Sandiaga Uno dan Misi Ekonomi Indonesia yang Kuat

Sandiaga ingin membangun ekonomi yang kuat dan membuka lapangan kerja. Ia berharap dapat memastikan harga-harga terjangkau dan memastikan stabilitas bahan pangan

Sandiaga Uno dan Misi Ekonomi Indonesia yang Kuat

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno yang Kini Jadi Cawapres Prabowo

Jakarta, BerlimaNews - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno secara resmi dideklarasikan menjadi bakal calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. 

Setelah resmi diusung melalui pidato singat Prabowo, Sandiaga meminta restu kepada seluruh rakyat Indonesia. "Singkat saja kami mohon doa restu untuk bisa menghadirkan pemerintahan yang kuat yang fokus di kemajuan bangsa," kata Sandiaga di Rumah Prabowo, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (09/08/2018). 

Melalui pencalonan tersebut, ia ingin membangun ekonomi yang kuat dan membuka lapangan kerja. Ia berharap dapat  memastikan harga-harga terjangkau dan memastikan stabilitas bahan pangan. "Dan insya Allah menjadikan percepatan pembangunan dengan pemerintahan yang beradab. Terima kasih," ujar Sandiaga. 

Calon presiden Prabowo Subianto telah menunjuk Sandiaga Uno sebagai pendampingnya untuk maju pemilihan presiden atau Pilpres 2019. Penunjukan Sandiaga sebagai calon wakil presiden (Cawapres) diungkapkan langsung Prabowo Subianto dalam konfrensi pers di kediamannya, di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Kamis (09/08/2018).
 
"Untuk maju sebagai calon presiden dan wakil presiden Republik Indonesia untuk merebut 2019-2024 adalah sebagian kepercayaan yang diberikan kepada kami berdua adalah suatu kepercayaan yang sangat besar," ujar Prabowo.
 
Sebelumnya, calon presiden Joko Widodo juga sudah mengungkapkan nama pendampingnya. Secara mengejutkan, Joko Widodo memilih Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma'ruf Amin. Dalam pencapresannya, Joko Widodo didukung sembilan partai politik, yaitu PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Hanura, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Perindo, dan PKPI.