Resmi, Jokowi-Mahfud MD. NU Gembosi Suara Jokowi

Terpilihnya Mahfud memicu kekhawatiran tidak bulatnya warga NU mendukung Jokowi. Pasalnya, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu dinilai bukan kader PBNU.

Resmi, Jokowi-Mahfud MD. NU Gembosi Suara Jokowi

Mahfud MD dan Ketua PKB Muhaimin Iskandar

Jakarta, Berlimanews --- Nama Mahfud MD makin menguat sebagai cawapres Presiden Joko Widodo. Pasangan Jokowi-Mahfud terancam digembosi warga Nahdlatul Ulama (NU) simpatisan Ketum PKB Muhaimin Iskandar.

Namun, terpilihnya Mahfud memicu kekhawatiran tidak bulatnya warga NU mendukung Jokowi. Pasalnya, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu dinilai bukan kader NU. Bahkan, Mahfud dinilai tidak pernah memberikan kiprah nyata terhadap PBNU.

Pertemuan di PBNU membahas cawapres Jokowi.

Karenanya, elite-elite PBNU plus Ketum PKB Muhaimin Iskandar bertemu di kantor PBNU. Ada pesan terkait dukungan kader NU ke Jokowi.

"Kalau cawapres nanti bukan dari kader NU, maka warga Nahdliyin merasa tidak memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menyukseskannya. Itu pesannya," kata Ketua PBNU Robikin Emhas mengungkap isi pertemuan di PBNU, Kramat Jati, Jakpus, Rabu (8/8/2018).

Pertemuan sore ini diikuti oleh Rais Aam PBNU Ma'ruf Amin, Ketum PBNU Said Aqil Siroj, Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, Ketua PBNU Robikin Emhas, Cak Imin, dan sejumlah tokoh lain.

Untuk itu, Robikin seperti dikutip detik berharap Jokowi mengambil kader NU sebagai cawapres. Mahfud MD, yang disebut-sebut menjadi cawapres terkuat, disebutnya bukanlah kader NU.

"Itu sudah dibicarakan berkali-kali tidak termasuk yang disebut," kata Robikin menjawab pertanyaan apakah Mahfud termasuk tokoh yang diterima oleh PBNU.

Robikin mengatakan para kiai sepuh PBNU juga harapan agar cawapres Jokowi berasal dari kader NU. Meski demikian, dia mengatakan NU tak menyorongkan nama. "Sepenuhnya kita serahkan ke Pak Jokowi," ujarnya.