Buku Tilang Habis, Karena Banyak Pelanggar Ganjil-Genap

Banyaknya pelanggar ganjil-genap, Polantas yang bertugas sampai kehabisan buku tilang.

Buku Tilang Habis, Karena Banyak Pelanggar Ganjil-Genap

Buku tilang

Jakarta, BerlimaNews - Polisi Lalu Lintas (Polantas) yang bertugas diwilayah sistem ganjil genap, sedikit kewalahan saat melakukan penilangan. Pasalnya banyaknya pengemudi yang melanggar, bahkan Polantas kehabisan buku tilang. 

Dihari keempat pada Sabtu (4/8/2018), beberapa titik perluasan ganjil genap pengendara mobil hanya mendapatkan teguran dan bukan ditilang. 

Seperti yang terjadi di Ahmad Yani, pengendara yang melanggar bebas melaju dan hanya diberikan teguran. Disana petugas yang berjaga, juga terlihat tidak menenteng buku tilang.

“Bisa saja mungkin (buku tilang anggota) dipegangnya habis. Buku tilang masih banyak di Polda Metro Jaya. Perlu diketahui penegakan hukum ada justis dan non justis, jadi teguran itu juga masuk dalam penegakan hukum,” kata AKBP Budiyanto, Kasubdit Gakkum Dutlantas Polda Metro Jaya.

AKBP Budiyanto juga mengatakan, buku tilang juga sudag dibagi sesuai dengan jatah ke Subker Lantas. “Jadi buku tilang itu diserahkan ke masing-masing subker lantas, termasuk di wilayah. Jumlahnya itu tekhnis,” akunya.

Dari informasi yang diberikan, hari keempat ganjil-genap ada 1.041 pengendara ditiliang. Dengan barang bukti, STNK sebanyak 539 dan 502 SIM. Lokasi pelanggaran Jalan DI Panjaitan sebanyak 251; di Jalan Benyamin Sueb arah Tol sebanyak 183 pelanggar.

Rata-rata pengendara yang ditilang, beralasan tidak tahu informasi perluasan sistem ganjil-genap. Ada juga pengemudi, yang memakai plat ganda. 

Perluasan sisitem ini tidak hanya menuai protes dari pengendara yang melintasi jalur ganjil genap, melainkan juga warga yang terimbas macet di jalur-jalur alternatif salah satunya di kawasan Jakarta Utara.