Jika Ahok Bebas Karena Remisi, Tidak Perlu Diperdebatkan Lagi

Kabar kebebasan Ahok bulan depan, masih belum jelas. Jika kebebasannya karena remisi, hal tersebut tidak perlu dipermasalahkan lagi.

Jika Ahok Bebas Karena Remisi, Tidak Perlu Diperdebatkan Lagi

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Jakarta, BerlimaNews - Kabar akan bebasnya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, mulai santer terdengar. Hitungannya, Ahok baru bisa bebas pada 2019 karena harus menjalani dua tahun penjara terhitung sejak 9 Mei 2017. Menanggapi hal tersebut, Front Pembela Islam (FPI) belum mau berspekulasi dengan adanya kabar tersebut. 

Hal tersebut dikarenakan, FPI akan menunggu kepastian hukum berkaitan dengan bebasnya Ahok itu. "Kita tunggu saja kepastiannya, seraya berdoa semoga beliau (Ahok) bisa mengambil hikmah dari kejadian ini," ungkap Slamet Maarif, Juru Bicara FPI, Rabu (11/7/218).

Hikmah dari kejadian tersebut, yaitu tindakan apapun yang dilakukan harus dengan hati-hati. Jangan sampai mantan Gubernur DKI Jakarta itu kembali menghina agama tertentu karena dapat melukai perasaan umat. 

"Menghina suatu agama apa pun itu, satu hal bisa berdampak besar. Semoga semakin hati-hati dalam berucap dan berbuat, sehingga tidak terulang lagi," pungkasnya.

Pengacara Ahok, juga masih belum  menyatakan soal kebenaran kabar tersebut. Menurut I Wayan Sidirta, ia menyerahkan hal tersebut sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. "Saya tidak boleh menyatakan bebas di bulan depan, karena itu pihak ada aturannya. Jadi apakah akan bebas bulan depan? Ya kita serahkan saja lah kepada aparat yang menangani," tegas Wayan.

Seandainya bebas pun Wayan tidak heran, karena setiap warga negara berhak mendapatkan hak-hak dasar, seperti berhak mendapatkan remisi dengan aturan yang sudah ditetapkan. "Karena itu agar tidak membebani dan tidak akan merugikan pa Ahok, lebih baik saya bicara bahwa remisi, itu sudah ada aturannya," lanjutnya.

Jika kabar mengenai kebebasan Ahok dalam waktu dekat dikarenakan mendapatkan remisi, tidak perlu diperdebatkan. Sebab, Ahok memiliki hak yang sama di mata hukum.

"Jadi tanpa ada ikut campur peranan pengacara pun remisi itu berdasarkan syarat-syarat tertentu akan diberikan jadi tidak perlu misalnya meragukan pelakasanan praktek remisi yang diberikan oleh pak Ahok, karena pak Ahok berhak mendapatkan keadilan sesuai dengan aturan yang ada," tutup Wayan.