#2019GantiPresiden Kian Popular. Jokowi Berat Menangkan Pilpres 2019

Direktur LSI Denny JA Adjie Al-Farabi mengatakan langkah Jokowi menuju Pilpres 2019 akan berat. Ada sejumlah faktor yang akan menjadi tantangan berat Jokowi, salah satunya gerakan #2019GantiPresiden yang kian populer.

 #2019GantiPresiden Kian Popular. Jokowi Berat Menangkan Pilpres 2019

Gerakan #2019GantiPresiden

Jakarta, BerlimaNews -  Direktur LSI Denny JA Adjie Al-Farabi mengatakan langkah Jokowi menuju Pilpres 2019 akan berat. Ada sejumlah faktor yang akan menjadi tantangan berat Jokowi, salah satunya gerakan #2019GantiPresiden yang kian populer.

"Kampanye lawan Jokowi melaui simbolisasi #2019GantiPresiden makin makin disukai," kata Adjie pada konferensi pers, Selasa (10/7/2018).

Survei LSI Denny JA pada Mei 2018 menemukan bahwa meski saat itu baru sebulan dikampanyekan, isu #2019GantiPresiden telah dikenal luas oleh separuh pemilih. Saat itu, mereka yang pernah mendengar #2019GantiPresiden adalah sebesar 50,80 persen. 

Kini, #2019GantiPresiden yang dicanangkan oleh Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu pun semakin populer. Mereka yang mengaku pernah mendengar adalah sebesar 60,50 persen. 

"Menggaungnya isu ini di dua Pilkada yaitu Jawa Barat dan Jawa Tengah, berkontribusi besar terhadap popularitas tagar tersebut," kata Adjie.

Selain makin dikenal, Adji menyebut #2019GantiPresiden pun makin dan diterima. Berdasarkan survei terbaru LSI Denny JA itu, sebesar 54,40 persen responden mengaku suka dengan kampanye #2019GantiPresiden. 

"Persentase ini naik jika dibandingkan dengan survei sebelumnya pada Mei 2018. Saat itu, mereka yang menyatakan suka dengan kampanye ganti presiden sebesar 49,80 persen," kata Adjie.

Tantangan kedua untuk Jokowi, kata Adjie, jumlah pemilih yang hampir mustahil memilih Jokowi juga cukup besar. 

Dari surveinya, para militan (strong supporters) yang memilih capres lainnya sebesar 30,5 persen. Padahal, kampanye pilpres belum dimulai dan lawan Jokowi pun belum melakukan kampanye secara masif. "Artinya, peluang para penantang untuk meraih dukungan lebih besar masih terbuka," ujar Adjie.

Tantangan berikut, pemilih loyal atau strong supporters Jokowi hanya sebesar 32 persen dari total mereka yang memilih petahana tersebut sebesar 49,3 0 persen. 

Artinya, kata Adjie, hanya 32 persen itulah yang menyatakan tak akan mengubah pilihannya hingga hari H pencoblosan Pilpres 2019. Sementara sebesar 17,3 persen lainnya adalah mereka yang saat ini memilih Jokowi, tetapi masih bisa mengubah pilihannya ke capres Iain.

"Walaupun elektabilitas Jokowi masih teratas, tetapi tiga catatan ini bisa menjadi batu sandungannya," kata Adjie.