Posisi Jokowi Belum Aman, Elektabilitas Prabowo Stagnan

Elektabilitas Joko Widodo meningkat sekitar 3,3 persen dibandingkan dengan elektabilitas sebelum pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Serentak yang digelar 27 Juni 2018. Sementara, Prabowo cenderung stagnan.

Posisi Jokowi Belum Aman, Elektabilitas Prabowo Stagnan

Presiden Joko Widodo dan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto

Jakarta, BerlimaNews-- Elektabilitas Joko Widodo meningkat sekitar 3,3 persen dibandingkan dengan elektabilitas sebelum pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Serentak yang digelar 27 Juni 2018. Sementara, Prabowo cenderung stagnan.

Survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukkan elektabilitas Jokowi pada Mei 2018 46 persen, dan Juli 2018 meningkat menjadi 49,30 persen. Namun, belum berada pada posisi yang aman.

"Meski mengalami tren kenaikan, sebagai petahana penting dicatat bahwa elektabilitas Jokowi masih di bawah 50 persen," kata Direktur LSI Denny JA Adjie Al-Farabi pada konferensi pers, Selasa (10/7/2018).

Survei LSI Denny JA digelar 28 Juni-5 Juli 2018 melalui wawancara tatap muka menggunakan kuesioner. Metode survei adalah multistage random sampling dengan 1.200 responden dan margin of error kurang lebih 2,9 persen. Survei dilaksanakan di 33 provinsi di Indonesia.

Berdasarkan survei, kata Adjie, diketahui masih banyak pemilih yang akan memilih capres lain, dan sebagian belum menentukan pilihan. 

Di sisi lain, elektabilitas lawan Jokowi cenderung stagnan. Pada Mei 2018, survei LSI Denny JA menunjukkan bahwa elektabilitas gabungan semua capres non-Jokowi sebesar 44,7 persen. Sementara survei terbaru, elektabilitas mereka di angka 45,2 persen.

"Nama-nama seperti Prabowo Subianto, Anies Baswedan, Agus Harimurti Yudhoyono, Muhaimin Iskandar, dan sejumlah nama lain hasil elektabilitasnya kami kumpulkan. Tidak terjadi kenaikan yang signifikan," ujar Adjie.

Survei menemukan bahwa mereka yang belum menentukan pilihan (undecided voters) cenderung mengecil. Pada Mei 2018, mereka yang masih belum menentukan pilihan sebesar 9,30 persen. Kini, undecided voters tersisa 5,50 persen. Meski demikian, jika undecided voters ditambahkan dengan pemilih yang masih ragu (soft supporter) dari kubu Jokowi maupun kubu non Jokowi, maka total pemilih yang masih bisa dipengaruhi adalah 37,5 persen.

Sebelumnya Lembaga riset Alvara Research Center merilis hasil survei elektabilitas Capres pada Mei 2018. Nama Joko Widodo masih bertahan sebagai pemegang elektabilitas tertinggi, dan stabil di angka 46 persen.