Sandi Bilang, Gubernur Ingin Akhir Juli Semua Angkot Gabung OK Otrip

Sandiaga menyebut salah satu kendala program OK Otrip sehingga para operator enggan bergabung yakni insentif untuk sopir

Sandi Bilang, Gubernur Ingin Akhir Juli Semua Angkot Gabung OK Otrip

Ok Otrip untuk Angkutan Umum Terintegrasi

Jakarta, BerlimaNews - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengakui implementasi program OK Otrip belum berjalan maksimal seperti yang diharapkan. Aspek jumlah angkot misalnya dari target 2.000, yang gabung OK Otrip per Juni 2018 ini baru 100 angkot. "OK Otrip telah diuji coba dua kali diperpanjang. 15 Juli ini selesai. Baru dua operator yang bergabung. Setelah itu baru juga dari 30 trayek kalau nggak salah 6 trayek. Terus dari jumlah kendaraan yang ditargetkan 2.687 itu baru jumlahnya nggak nyampe seratus. Ini persentasenya masih sangat rendah dan kita akan terus genjot," kata Sandiaga di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (05/07/2018).

Sandiaga menyebut salah satu kendala program OK Otrip sehingga para operator enggan bergabung yakni insentif untuk sopir. Karena itu, Gubernur DKI Anies Baswedan memerintahkan jajarannya di Dishub dan PT TransJakarta untuk mencari cara agar operator mau bergabung. "Jadi selama ini kesulitannya adalah penentuan rupiah per kilometer yang insentif, yang bisa diberikan operator. Pas rapim kemarin, Senin (/7), Pak Anies sudah menugaskan akhir bulan ini, Juli, harus semua bergabung, operator bergabung, atau mayoritas sudah bergabung. Dan kita ingin target akhir tahun ini bisa tercapai," papar Sandiaga.

"Jadi mudah-mudahan mendapat dukungan dari teman-teman semua. Jadi tugasnya Dishub dan Transjakarta untuk bekerja sama dengan Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa (BPPBJ) DKI untuk mendapatkan formulanya dengan LKPP agar operator ini bisa masuk," imbuhnya.

Menurut Sandiaga, implementasi program OK Otrip tidak berjalan maksimal karena ada ketidakharmonisan di internal Pemprov DKI. Dia pun secara khusus meminta pihak Dishub dan TransJakarta untuk saling bekerja sama. "Padahal yang terjadi itu adalah ketidaksinkronan internal kita di Pemprov sendirian antara Dishub dan TransJakarta. Jadi, kita minta ini diperbaiki ke depan dan kita mohon maaf atas keterlambatan ini dan kita akan percepat," ucap Sandiaga.