Malaysia Jadi Lokasi Pengambilan Gambar The Garden of Evening Mists

Pengambilan gambar The Garden of Evening Mists (TGOEM) di beberapa lokasi di Malaysia termasuk perkebunan teh terkenal Cameron Highlands yang memiliki pemandangan indah.

Malaysia Jadi Lokasi Pengambilan Gambar The Garden of Evening Mists

Baris belakang dari kiri ke kanan: Wan Hanafi Su, Jessica Kam (HBO Asia), Najwa Abu Bakar (Astro Shaw), Henry Tan (Astro), Ho Yuhang, Tan Twan Eng, Dato Azmir Saifuddin Mutalib (FINAS), Jonathan Spink (HBO Asia), Feon Lai, Wong Mun Kong Baris depan dari kiri ke kanan: Tan Kheng Hua, John Hannah, Tom Lin, Lee Sinje, Hiroshi Abe, David Oakes, Serene Lim

Malaysia, BerlimaNews - Astro Shaw bersama mitranya HBO Asia dan FINAS mengumumkan dimulainya pengambilan gambar untuk novel terkenal karya Tan Twan Eng, The Garden of Evening Mists (TGOEM) di beberapa lokasi di Malaysia termasuk perkebunan teh terkenal Cameron Highlands yang memiliki pemandangan indah. Tom Lin, pembuat film dan sutradara TGOEM, asal Taiwan yang terkenal dan banyak meraih penghargaan, berada di Malaysia bersama para pemeran utama – Lee Sinje, Hiroshi Abe, John Hannah, David Oakes, Serene Lim, dan Tan Kheng Hua.

Aktris Malaysia Lee Sinje dan aktris sekaligus sutradara dan produser Taiwan, Sylvia Chang masing-masing bermain sebagai pemeran utama Teoh Yun Ling di tahun 1950-an dan 1980-an. Aktor Jepang ternama, Hiroshi Abe, akan memerankan Nakamura Aritomo; tukang kebun asal Jepang yang terlibat kisah asmara dengan Yun Ling. Aktor Inggris David Oakes (The White Queen, Victoria) dan Julian Sands (The Girl with the Dragon Tattoo) memerankan Frederik Pretorius di tahun 1950-an dan 1980-an, sementara John Hannah (Four Weddings and A Funeral dan trilogi The Mummy) akan memerankan Magnus Pretorius. Aktris Malaysia yang sedang naik daun Serene Lim (Think Big Big) memainkan Teoh Yun Hong; adik Yun Ling.

Najwa Abu Bakar, Pimpinan Astro Shaw mengatakan, “Film ini akan menampilkan bintang dan kru internasional, termasuk talen Malaysia untuk pemeran utama dan tim produksi. Lebih dari dua pertiga pemain dan kru berasal dari Malaysia, menunjukkan komitmen Astro dalam pengembangan talen lokal untuk publikasi internasional. Kami juga beruntung dapat bekerja sama dengan talen-talen dengan beragam latar belakang dari Taiwan, Jepang, India dan Australia, guna menghadirkan keunikan Malaysia melalui novel terkenal karya Tan Twan Eng, TGOEM. Keindahan dan romantisme kisah novel ini memikat para pembacanya dengan keindahan Melayu yang memukau setelah Perang Dunia II, dan kami yakin bahwa adaptasi yang hidup akan bergaung kepada seluruh penonton di Asia dan sekitarnya, karena banyak kesamaan dalam budaya, bahasa, dan sejarah. ”

Jessica Kam, Senior Vice President, HBO Asia Original Productions, HBO Asia menyampaikan, ”HBO Asia berkomitmen menambah deretan produksi original baik dalam bentuk serial TV juga film-film berkualitas. Kami sangat gembira dapat bekerja sama dengan Astro Shaw memproduksi film fitur yang luar biasa ini dalam nuansa Malaysia bersama para insan perfilman profesional tingkat dunia, dan menyuguhkan kepada pemirsa kami pada platform digital, linier dan on-demand di lebih dari 23 wilayah di Asia dan sekitarnya.”

TGOEM dipersembahkan oleh sebuah tim yang mumpuni di industri ini seperti penulis naskah peraih Scottish BAFTA (British Academy of Film and Television Arts), Richard Smith, sinematografer terkenal, Kartik Vijay (Manto), perancang produksi ternama, Penny Tsai (See You Tomorrow), perancang kostum Nina Edwards, yang juga terkenal dengan hasil karyanya di The Great Gatsby, Wolverine dan The Matrix, serta penata busana dan rambut Nikki Gooley, yang dikenal karena meraih penghargaan BAFTA dan Saturn untuk The Cronicles of Narnia: The Lion, The Witch and The Wardrobe serta nominator Oscar dan Saturn untuk Star Wars III: Revenge of the Sith.

Mengambil setting dua masa yang berbeda, 1950-an dan 1980-an, narasi utama film ini berfokus pada Yun Ling yang dimainkan oleh Chang. Saat ia menceritakan kisahnya, penonton dibawa ke masa lalu Yun Ling (Lee) ketika ia mengenang kembali kehidupannya pasca peperangan tahun 1950-an. Berbagai peristiwa masa lalu menghantuinya hingga perasaan bersalah atas kematian Yun Hong (Lim) dan hubungannya yang menggelora dengan sang tukang kebun berdarah Jepang, Aritomo (Abe), yang ia minta membantu membangun taman untuk mengenang adik perempuannya. Film ini dijadwalkan akan tayang perdana di layar teater dunia pada 2019.