OPM Klaim Pukul Mundur Pasukan TNI dan Polri dalam Aksi Baku Tembak

Belum diketahui berapa jumlah korban akibat baku tembak itu. Hanya saja, kata Sebby, akibat pertempuran itu, masyarakat mengungsi

OPM Klaim Pukul Mundur Pasukan TNI dan Polri dalam Aksi Baku Tembak

Juru Bicara Organisasi Papua Merdeka (OPM) Sebby Sambon

Nduga, BerlimaNews - Gerakan separatis Organisasi Papua Merdeka mengklaim telah terlibat baku tembak melawan pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polri di aliran Sungai Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua. Menurut juru bicara OPM, Sebby Sambon, pasukan OPM yang tergabung dalam Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat, baku tembak terjadi dari siang hinga sore hari, Selasa, (03/07/2018).

"Ratusan personel pasukan gabungan TNI/ Polri Densus 88 Brimob tiba di Kali Keneyam tidak jauh dari Markas TPNPB Alguru, akhirnya pasukan patroli TPNPB mengadangnya dan pecahlah aksi saling tembak," kata Sebby dalam pesan elektroniknya,

Sebby mengatakan, berdasarkn laporan pimpinan militer TPNPB wilayah Nduga, Egianus Kogoya, baku tembak terjadi cukup lama dan berakhir setelah pasukan TNI dan Polri dipukul mundur. "Aksi berhenti setelah pasukan keamanan Indonesia mundur," ujarnya.

Belum diketahui berapa jumlah korban akibat baku tembak itu. Hanya saja, kata Sebby, akibat pertempuran itu, masyarakat mengungsi. "Tapi yang jelas kondisi Kenyam, Ibukota Nduga mencekam, masyarakat mengungsi keluar Kenyam, ada yang ke arah hutan ada yang ke arah pelabuhan dan sangat sulit dikendalikan," katanya.

Sementara itu, pihak Kepolisian Daerah Papua hingga saat ini belum memberikan keterangan resmi terkait klaim baku tembak OPM ini.