Marisa Papen, Pasang Foto Telanjang di Tembok Ratapan Yerusalem

Papen tidak memiliki izin dari pemerintah untuk berfoto sehingga dia dan juru kameranya harus menyuap polisi yang menghentikan pengambilan gambar di piramida Kairo

Marisa Papen, Pasang Foto Telanjang di Tembok Ratapan Yerusalem

Model Bergia, Marisa Papen yang Kerap Membuat Sensasi dengan Memajang Foto Telanjangnya di Tempat Suci di Dunia

Jakarta, BerlimaNews - Model asal Belgia, Marisa Papen dikecam di Israel karena berpose telanjang di salah satu tempat paling suci Yahudi, yakni Tembok Ratapan. Marisa Papen menaruh foto telanjang dirinya menyandar pada atap yang menghadap Tembok Ratapan di Yerusalem. Rabi setempat menggambarkan kejadian tersebut sebagai 'menyedihkan dan perlu ditangisi'.

Tahun lalu, Papen ditahan untuk beberapa waktu karena membuat foto telanjang di kuil kuno Luxor, Mesir. Di situsnya, model muda ini menggambarkan cara hidupnya sebagai 'bentuk telanjang kebebasan di mana topeng dicabut dan dibuang ke laut'.

Kebanyakan foto-foto yang diterbitkannya adalah gambar telanjang yang diambil di berbagai tempat di dunia. Posting blog-nya pada hari Sabtu (23/06/2018) berjudul 'Dinding Keaiban'.

Model ini mengatakan pengalamannya di Mesir membuatnya ingin 'lebih mendobrak batas agama dan politik dengan memperlihatkan agama pribadi saya di dunia di mana kebebasan semakin menjadi barang mewah'. Dia mengatakan kunjungannya selama tiga hari ke Israel dilakukan bersamaan dengan peringatan 70 tahun berdirinya Israel dan pembukaan kedutaan besar Amerika Serikat di Yerusalem pada bulan Mei.

Foto-foto dari perjalanan itu memperlihatkan Marisa di Laut Mati, mengangkangi tiang bendera Israel. Tetapi foto Papen telanjang di depan Tembok Ratapan itulah yang dipandang paling provokatif. Tempat itu adalah sisa dari kuil kedua Yahudi menurut Injil dan tempat paling suci di mana orang Yahudi dapat berdoa.

Rabi Tembok Ratapan, Shmuel Rabinovich, mengatakan kepada koran Yedioth Ahronoth, "Ini adalah kejadian yang memalukan, menyedihkan dan perlu diratapi, yang merusak kesucian tempat itu serta perasaan orang-orang yang mendatangi tempat suci."

Menjawab kontroversi tersebut lewat posting di Facebook pada hari Kamis (28/06/2018) Papen menulis, "Saya terkejut atas kenyataan orang yang percaya Tuhan menciptakan tubuh kita (ya, termasuk buah dada dan alat kelamin) dapat berpikir memperlihatkan kulit sebagai menyinggung perasaan."

Sebagian orang yang mengomentari di internet menuduh Marisa anti-Yahudi dan secara sengaja tidak memasukkan tempat suci Islam di fotonya agar tetap peka terhadap Muslim. Tetapi model ini menegaskan bukan itu alasannya. "Hanya lebih baik secara artistik," katanya kepada The Times of Israel.

Foto lain memang memperlihatkan Marisa juga telanjang di depan Masjid al-Aqsa. Kunjungan model itu ke Mesir pada September 2017 memicu kecaman, karena dia berfoto telanjang untuk iklan kacamata di negara yang mayoritas penduduknya adalah Islam konservatif.

Papen tidak memiliki izin dari pemerintah untuk berfoto sehingga dia dan juru kameranya harus menyuap polisi yang menghentikan pengambilan gambar di piramida Kairo. Saat berusaha menggambarkan reaksi negatif orang yang sedang melintas, Marisa mengatakan, "Kami berusaha menjelaskan kepada mereka bahwa kami melakukan kegiatan seni dan sangat menghormati kebudayaan Mesir, tetapi kami tidak melihat hubungan antara telanjang dan seni. Di mata mereka ini adalah pornografi atau sejenisnya."

Keadaan semakin memburuk di kuil bersejarah Luxor, dimana mereka dihentikan polisi dan harus menginap selama satu malam di penjara Mesir sebelum dibebaskan.