Khofifah-Emil Kalahkan Duet Gus Ipul-Puti, Marwah Trah Soekarno Redup

Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa-Emil Listianto Dardak memenangkan perolehan hitung cepat atau quick count versi LSI Denny JA.

Khofifah-Emil Kalahkan Duet Gus Ipul-Puti, Marwah Trah Soekarno Redup

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri bersama pasangan Gus Ipul-Puti Guntur

Jakarta, BerlimaNews -- Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa-Emil Listianto Dardak memenangkan perolehan hitung cepat atau quick count versi Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA.

Berdasarkan persentase data sementara yang masuk pada Rabu (27/6) pukul 15.51 WIB, Khofifah-Emil memperoleh 54,22 persen suara atau unggul dari lawannya yakni Saifullah Yusuf alias Gus Ipul-Puti Guntur Sukarno.

"Pasangan terpilih di Provinsi Jawa Timur Khofifah-Emil mengalahkan Gus Ipul-Puti," ujar peneliti LSI Denny JA Mohammad Khotib di Jakarta.

Khofifah yang juga merupakan mantan Menteri Sosial itu didukung lima partai politik yaitu Golkar, Demokrat, Nasdem, PPP, dan Hanura.

Sedangkan, Gus Ipul-Puti yang didukung PDIP, PKB, Gerindra, dan PKS tercatat baru memperoleh 45,78 persen suara. Puti Guntur adalah harapan untuk melanjutkan trah Soekarno di dunia politik.

Jumlah atau partisipasi pemilih yang tercatat dalam data sementara hitung cepat LSI Denny JA pada Pilgub Jawa Timur 2018 ini mencapai 64,88 persen dengan margin of error 1,00 persen dan persentase data diterima sebesar 94,75 persen.

"Dilihat perkembangan data, setidaknya tidak akan mengubah posisi, walaupun masih di angka 94 persen," katanya.

Sedangkan berdasarkan hitung cepat Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC), Khofifah-Emil menang dengan presentase 52,39 persen. 

Sedangkan Gus Ipul- Puti hanya mendapat 47,61 persen perolehan suara. Suara masuk mencapai 94,50 persen.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan mulai melakukan rekapitulasi suara sekaligus penetapan hasil pilkada serentak 2018 dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi pada 4-9 Juli mendatang.

"Pemenang sesungguhnya kami tegaskan merujuk sesuai hasil perhitungan atau rekapitulasi KPU setempat," ujarnya.