Kelebihan Mengkonsumsi Daging Berpotensi Gagal Jantung

Menurut American Heart Association, kemungkinan satu-satunya risiko tinggi terhadap penyakit dalam tubuh adalah terlalu banyak protein hewani yang berasal dari daging sapi

Kelebihan Mengkonsumsi Daging Berpotensi Gagal Jantung

Protein Hewani dari Daging Sapi

Jakarta, BerlimaNews - Protein merupakan sumber nutrisi yang baik untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh. Akan tetapi, asupan protein berlebihan justru berisiko menimbulkan penyakit. Sumber protein bisa terdapat dari hewan maupun tanaman. Sebuah studi menemukan, pria di usia pertengahan yang mengonsumsi protein hewani dalam jumlah besar, berpotensi besar mengalami gagal jantung.

Peneliti mengikuti hampir 2.400 pria dari Finlandia, dengan rentang usia 42 hingga 60 tahun selama dua dekade. Secara keseluruhan, 334 kasus gagal jantung terdiagnosa selama studi berlangsung. Para pria tersebut dibagi menjadi empat kelompok berdasarkan konsumsi protein sehari-hari. Risiko gagal jantung ditemukan sebesar 33 persen pada semua konsumsi sumber protein, dengan yang paling tinggi, yaitu protein hewani.

Menurut American Heart Association, kemungkinan satu-satunya risiko tinggi terhadap penyakit dalam tubuh adalah terlalu banyak protein hewani yang berasal dari daging sapi. Sebab, jenis protein itu tinggi akan lemak jenuh dan berisiko meningkatkan kadar kolesterol LDL.

Maka dari itu, para ahli menyarankan agar konsumsi protein dibatasi hanya 10 hingga 35 persen dari asupan total kalori per hari. Lebih baik lagi, jika asupan protein tidak lebih dari 30 gram per porsi makannya, kecuali ia sedang dalam olahraga fisik yang cukup intens. "Saat Anda melihat porsi makan orang-orang kebanyakan, protein saat sarapan sangat sedikit atau tidak ada sama sekali dan makan malam menjadi ajang konsumsi protein dalam jumlah besar," ujar profesor gizi Douglas Paddon-Jones.

Douglas menyarankan, agar sumber protein yang dikonsumsi bisa bervariasi dan lebih sehat seperti telur, yogurt, susu kedelai, quinoa, kacang, tahu, dan ikan.