Kecanduan Bermain Game, Bisa Jadi Gangguan Mental

Apapun yang berlebihan pasti punya dampak buruk. Jadi tak ada salahnya berhati-hati dengan kebiasaan bermain game digital dan video.

Kecanduan Bermain Game, Bisa Jadi Gangguan Mental

Ilustrasi.

Jakarta, BerlimaNews - Bermain game bisa menjadi penghilang kebosanan, namun kalau sudah kecanduan akan memiliki dampak buruk. Bahkan Badan Kesehatan Dunia atau WHO, menggolongkan kecanduan game sebagai gangguan kesehatan mental.

Referensi WHO tentang penyakit yang diakui dan didiagnosis, menggambarkan bahwa kecanduan game digital dan video sebagai "pola perilaku permainan gigih atau berulang" yang menjadi begitu luas sehingga "didahulukan daripada kepentingan hidup lainnya".

ICD atau Klasifikasi Internasional Penyakit, yang sudah diperbaharui dalam 10 tahun terakhir. Mengungkapkan, sekarang cedera, penyakit dan penyebab kematian memcapai 55.ribu. 

"Klasifikasi ini memungkinkan kami untuk memahami begitu banyak tentang apa yang membuat orang menjadi sakit dan mati, dan mengambil tindakan untuk mencegah penderitaan dan menyelamatkan nyawa," ujar Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus ketika ICD diterbitkan.

Untuk ICD versi terbaru (ICD-11), hadir dengan elektronik untuk pertama kalinya. Hal tersebut dilakukan, dalam upaya untuk membuatnya lebih mudah diakses oleh dokter dan petugas kesehatan lainnya di seluruh dunia. ICD-11 juga termasuk perubahan klasifikasi kesehatan seksual.

Di edisi sebelumnya, ICD mengkategorikan disfungsi seksual dan ketidaksesuaian gender, misalnya, di bawah kondisi kesehatan mental. Sedangkan di ICD-11, dua hal itu masuk ke bagian kesehatan seksual. Edisi terbaru ICD ini juga memiliki bab baru tentang pengobatan tradisional.

ICD juga digunakan oleh perusahaan asuransi kesehatan yang penggantiannya bergantung pada klasifikasi ICD. WHO menyatakan, ICD yang diperbarui dijadwalkan akan dipresentasikan kepada negara-negara anggota WHO di Majelis Kesehatan Dunia tahunan pada Mei 2019 untuk diadopsi pada Januari 2022.