Pejuang Anti-Islam Geert Wilder Gelar Kontes Kartun Nabi Muhammad 2018

Dalam sebuah pernyataan, Wilders menyebut lomba ini digelar untuk membela kebebasan berpendapat di Negeri Kincir Angin itu

Pejuang Anti-Islam Geert Wilder Gelar Kontes Kartun Nabi Muhammad 2018

Pejuang Anti Islam Belanda, Geert Wilder

Amsterdam, BerlimaNews - Untuk pertama kalinya, Kontes Kartun Muhammad diprakarsai dan masuk gedung parlemen'. Demikian woro-woro dalam bentuk image milik pejuang anti-Islam Belanda Geert Wilder. Dia juga mengundang siapa saja yang mengirimkan karya kartunnya ke muhammadcartoons@pvv.nl

Geert Wilder adalah Pemimpin Partai Kebebasan, yang merupakan partai sayap kanan Belanda. Geert Wilders menyatakan akan menyelenggarakan kompetisi untuk menggambarkan Nabi Muhammad. Penggambaran Nabi Muhammad, khususnya dalam bentuk karikatur dinilai oleh umat Islam sebagai bentuk penghinaan. 

Dalam sebuah pernyataan, Wilders menyebut lomba ini digelar untuk membela kebebasan berpendapat di Negeri Kincir Angin itu. Menurutnya, kebebasan di Belanda terancam oleh sikap umat Muslim. "Kebebasan berbicara terancam, terutama bagi para kritikus Islam. Kita seharusnya tidak pernah menerima itu. Kebebasan berbicara adalah kebebasan kita yang paling penting," kata Wilders, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (13/06/2018).

Partai Kebebasan kemudian mengatakan pihaknya berencana untuk mengadakan lomba tersebut di kantor mereka yang berada di gedung Parlemen Belanda. Mereka juga menyatakan telah mendapat lampu hijau dari otoritas keamanan. "Badan kontra-terorisme Belanda, NCTV, telah memberi lampu hijau untuk inisiatif itu," kata Partai Kebebasan dan menambahkan juri lomba ini adalah kartunis Amerika Serikat (AS) Bosch Fawstin, yang memenangkan kontes serupa di Texas pada Mei 2015.

Partai Kebabasan di bawah pimpinan Wilders berada di urutan kedua dalam pemilihan parlemen Belanda pada Maret 2017, menerima 20 kursi. Sekarang partai itu menjadi oposisi utama di parlemen. Meski menerima berbagai sikap kontra dari follower-nya namun Wilders tak hendak menghentikan acara tersebut.

Salah seorang yang khawatir akan dampak dari kontes tersebut mempertanyakan kebijakan Wilders dengan menyebut, “Jika Anda tahu bahwa Muslim tersinggung oleh kartun dari (nabi), mengapa kemudian Anda memilih untuk melanjutkan ‘aksi’ semacam ini. Apakah tujuan Anda agar mendapat perhatian. Tentunya banyak cara yang bisa dilakukan."

Wilders yang sebelumnya menyerukan agar Alquran dilarang di Belanda dan mengatakan bahwa Islam adalah agama totaliter, telah lama merencanakan untuk menyelenggarakan kompetisi semacam itu, tetapi sebelumnya telah dicegah untuk melakukannya.