Ribuan Fasilitas Kesehatan Sudah Disiapkan Kemenkes Selama Mudik

Jika terjadi masalah kesehatan dan sedang berada atau mengalami keadaan darurat saat mudik, dapat segera menghubungi 119

Ribuan Fasilitas Kesehatan Sudah Disiapkan Kemenkes Selama Mudik

Menteri Kesehatan Nila Juwita F Moeloek

Jakarta, BerlimaNews - Tahun ini libur lebaran terbilang panjang yang membahagiakan bagi para pemudik. Transportasi umum menjelang peak season seperti lebaran, biasanya harganya jadi meroket. Maka, tak sedikit pemudik yang memilih kendaraan pribadi untuk pulang ke kampung halaman.

Setiap tahun, jumlah pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua makin bertambah. Baik mobil atau motor punya keunggulan dan risiko masing-masing. Tapi semua pemudik sama-sama berisiko mengalami masalah kesehatan selama di jalan. Jarak tempuh yang jauh, kemacetan parah seringkali membuat badan drop akibat kelelahan atau pola makan yang terganggu.

Tapi, jangan sampai hal itu menyurutkan semangat mudik Anda. Pasalnya, Kementerian Kesehatan, telah menyediakan ribuan fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) di sepanjang jalan besar antar-kota.

Dilansir dari depkes.go.id untuk menunjang kesehatan saat mudik tahun ini, Menteri Kesehatan Nila Moelek telah menyediakan 3.910 fasyankes yang terbagi atas 923 pos kesehatan, 2.231 Puskesmas, 375 rumah sakit, 207 kantor kesehatan pelabuhan, dan 174 Public Service Center 119.

Dijelaskan Nila Moelek, jika terjadi masalah kesehatan dan sedang berada atau mengalami keadaan darurat saat mudik, dapat segera menghubungi 119. "Jadi, nomor ini penting untuk diketahui dan diingat bagi para pemudik," tegasnya.

Untuk mendukung terlaksananya fasilitas layanan kesehatan di setiap wilayah yang dilewati jalur mudik, Menkes telah menerbitkan surat edaran nomor HK.02.01/MENKES/306/2018 tentang layanan kesehatan pada situasi khusus yaitu libur keagamaan 2018 dan tahun baru 2019 kepada seluruh gubernur. Melalui surat edaran tersebut Menkes menjelaskan jika seluruh gubernur diharapkan ikut andil dalam menigkatkan fasilitas kesehatan dengan berkoordinasi pada bupati atau walikota untuk membentuk tim penyelenggara kesehatan mudik, seperti membangun pos kesehatan, mengaktifkan Public Service Center, memastikan pemberian layanan kesehatan selama 24 jam di Puskesmas dan rumah sakit yang terletak di sepanjang jalur mudik beserta lokasi wisata, mempersiapkan tim gawat darurat dengan evakuasi medis.

Sejak H-10 hingga H+10 lebaran, Menkes RI juga telah berkoordinasi dengan seluruh dinas kesehatan kota atau kabupaten untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di tempat-tempat umum. Kemenkes menugaskan dua hal kali ini yaitu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan bagi para pemudik dan melakukan pemantauan data moobiditas (tingkat yang sakit dan dan sehat pada suatu populasi) dan mortalitas (tingkat kematian pada suatu populasi) pada arus mudik 2018. 

Nila Moelek menjelaskan seputar penugasan tersebut akan dilakukan beberapa kegiatan meliputi wawancara, pemeriksaan fisik, gula darah, kadar alkohol dalam tubuh, hingga kadar narkoba. Kemudian, Nila Moelek juga menganjurkan bagi para pengemudi bus agar memerhatikan waktu istirahat, menjaga pola makan dengan konsumsi makanan yang sehat, serta melakukan peregangan otot setiap kali istirahat.