Azwar Diperiksa Terkait Laporannya Terhadap Cawalkot Bekasi Petahana Rahmat Effendi

Setelah melaporkan tantang ujaran kebencian ke Bareskrim, Azwar Anas diperiksa pihak penyidik untuk pertamakalinya.

Azwar Diperiksa Terkait Laporannya Terhadap Cawalkot Bekasi Petahana Rahmat Effendi

Novel Bamukmin saat mendampingi pemeriksaan Azwar Anas di Polda Metro Jaya, Selasa (12/6/2018).

Jakarta, BerlimaNews - Azwar Anas warga Bekasi yang juga alumni aksi 212, diperiksa oleh penyidik Polda Metro Jaya. Pemeriksaan tersebut, terkait dengan laporan terhadap calon Walikota Bekasi petahana, Rahmat Effendi. Rahmat. Dalam laporan tersebut, Rahmat Effendi diduga melakukan ujaran kebencian saat berpidato di acara Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) pada Februari 2018.

Dalam pidatonya tersebut, Rahmat menyebut aksi 212 merupakan aksi politik serakah. Menurut Novel Bamukmin Sekjen Kordinator Pelaporan Bela Islam (Korlabi), apa yang dilakukan oleh petahana itu dapat memecah umat Islam. Dia juga mengklaim banyak warga Bekasi yang menginginkan agar Rahmat segera dipidanakan.

“Ini sangat meresahkan, memecah belah umat dan sangat mengadu domba. Di Bekasi kita lihat medsos-medsos meminta agar orang ini cepat diproses,” kata Novel saat mendampingi Azwar Anas di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (12/6/2018).

Saat pemeriksaan tidak ada barang bukti yang dibawa, karena saat pelaporan  bukti-bukti telah diserahkan saat pelaporan di Bareskrim Polri. “Bukti- bukti sudah dibawa kemarin. Cuma rekaman suara kemudian dari (video) Youtube. Itu kami siapkan. Kemudian ada saksi dua orang,” tandasnya.

Menurut Novel aksi 212 murni gerakan aksi bela Islam. Diketahui aksi tersebut dilakukan guna menuntut mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dipenjara karena diduga menodai agama. Selain itu,l menurut Novel, Rahmat juga tengah dipermasalahkan terkait dugaan penggunaan ijazah palsu. “Petahana ini akan menghadapi dua langkah hukum,” pungkas Novel.