Barberman Jadi Ujung Tombak Sebuah Barbershop

Barberman tidak hanya sekedar mampu mencukur, tetapi harus memiliki skill dan juga interaktif kepada setiap pelanggan.

Barberman Jadi Ujung Tombak Sebuah Barbershop

Barberman bukan sekedar tukang cukur, mereka juga harus memiliki skill dan juga interaktif dengan pelanggan. (Foto: Istimewa).

Jakarta, Berlimanews - Membangun sebuah usaha tentunya harus memiliki sebuah skill yang harus terus diasah, seperti halnya seorang tukung cukur rambut di barbershop yang biasa disebut “Barberman”. Barberman menjadi ujung tombak dari sebuah barbershop, dimana mereka dituntut untuk bisa menguasai teknik memotong rambut yang benar dan sesuai keinginan pelanggan.

"Barberman merupan jantung dalam barbershop, karena mereka tidak hanya memcukur tetapi harus punya skill yang harus terus diasah," ujar Bule, pemilik Roadside Barbershop. Selain itu, Bule juga mengatakan para Barberman juga harus interaktif. "Mereka juga harus bisa membangun komunikasi yang baik dengan konsumen, agar bisa memberikan juga konsultasi sebelum mencukur," tambahnya.

Tidak hanya itu, mereka juga diharuskan bisa membaca bentuk kepala dan arah anak rambut dari sang konsumen. “Barberman di tempat kami harus bisa mengobservasi bagaimana bentuk kepala dan arah anak rambut, agar hasil dari potongan bisa sesuai dan juga rapih,” jelasnya.

Untuk mengasah skill para barberman, biasanya pemilik sebuah  barbershop juga kerap kali mengirim barberman ke training, seminar, atau event. "Kami juga terus mengasah skill mereka, biasa kami ikut sertakan dalam training, seminar atau event-event agar bisa update tentang skill dan juga model model potongan rambut," Pungkasnya.