Inovasi Jual-Beli Properti di Era Digital dari Star Home

Dunia digital mempermudah penjual properti menawarkan produk mereka ke pada konsumen, dan konsumen juga akan mudah mencari properti dengan mudah.

Inovasi Jual-Beli Properti di Era Digital dari Star Home

CEO Star Home, Andrew Alexander, pada diskusi bertajuk Impact of Digital Era to Sales Property di FX Sudirman, Senin (28/5/2018). (Foto: Doc. Star Home)

Jakarta, BerlimaNews - Era digital sekarang ini ,membuat banyak perubahan dalam pola hidup seseorang. Apalagi dengan makin kencangnya jaringan internet, dan banyaknya smart phone dengan harga yang terjangkau. Salah satu contoh perubahan tersebut, yaitu saat seseorang mencari sebuah properti. Jika ingin membeli properti dulu orang pasti akan langsung melihat ke lokasi, namun yang terjadi sekarang cukup dengan melihat layar smart phone semuanya bisa dijangkau dalam waktu singkat.

“Berbeda dengan zaman dulu, ketika orang hendak mencari rumah atau apartemen, mereka harus melihat iklan di media konvensional atau bertanya-tanya kepada orang terdekat. Tapi sekarang kondisinya sudah berubah, orang bisa melakukan survei awal terhadap sebuah bangunan hanya dengan menggunakan jarinya,” ujar CEO Star Home, Andrew Alexander, di FX Sudirman Jakarta. Senin (28/5/2018).

Tidak hanya para pembeli saja yang dimudahkan, tetapi para penjual atau sales yang tidak perlu repot-repot mencari calon pembeli. Cukup dengan Digital Marketing para pembeli akan dating dengan sendirinya. Menurut Andre, kedepannya para calon pembeli properti 100 persen akan memanfaatkan dunia maya menjadi sumber referensi saat mencari properti.

“Ke depan tak hanya mencari, menjual bahkan membeli properti pun bisa dilakukan hanya dengan menggunakan jari-jari di layar ponsel. Berdasarkan pemikiran itulah, maka Star Home mencoba menjadi portal referensi properti terdepan," tutur Andrew.

Dengan kondisi seperti itu, Star Home menyiapkan sebuah apps yang akan membatu para sales dan orang awam untuk mengontrol transaksi. “Kami menawarkan penjualan properti dengan apps yang inovatif, sehingga nanti sales dan klien bisa menggunakan apps terbaru dalam jual beli properti. Ini akan membuat jual-beli properti akan terasa lebih mudah dan menyenangkan,” tambahnya.

Produk-produk properti yang ditawarkan oleh Star Home, merupakan jenis properti pilihan yang telah disesuaikan dengan keinginan pasar. “Sebelum menawarkan properti tersebut, kami melakukan riset sehingga sejak beberapa tahun ini kami mendapat kepercayaan konsumen yang akan membeli ataupun pengembang apartemen yang hendak memasarkan produknya,” tutur Andrew.

Trend dunia digital juga ditanggapi oleh CEO Bewei Digital Hanny Setiawan, menurutnya trend penggunaan internet beberapa tahun belakangan di masyarakat modern memang terus berkembang dan ini juga yang membuat orang punya kebiasaan mencari hunian lewat dunia maya.

“Kalau beberapa tahun lalu, jumlah pencari properti lewat internet hanya di kisaran 20-30 persen, sekarang jumlahnya melonjak jadi 95 persen. Kini kan orang cenderung menggunakan mesin pencarian Google untuk segala kebutuhannya,” jelasnya.

Pemanfaat apps online digunakan untuk mencari tahun informasi, namun jika pembeli tertarik dan ingin tahu lebih jelasnya mereka akan dating ke lokasi untuk survei. “Di sinilah telah terjadi perubahan gaya hidup mayarakat Indonesia lewat internet. Kalau dulu orang bikin website hanya buat gaya-gayaan, sekarang justru kebalikannya. Sekarang orang bikin website untuk jualan produknya, seperti yang dilakukan Star Home ini,” ujar praktisi Digital Marketing ini.