Diagnosa yang Tepat Bisa Minimalkan Efek Panjang Akibat Cedera

Agar efek dari cedera akibat berolahraga tidak terus mendera,harus ada diagnosa yang tepat untuk menentukan cara penanganannya.

Diagnosa yang Tepat Bisa Minimalkan Efek Panjang Akibat Cedera

Acara seminar dengan tema "Penanganan Akurat Untuk Menangani Cedera Bahu dan Kaki Setelah Olahraga" di Pullman Hotel, Jakarta Pusat, yang diadakan RSPI Pondok Indah, Senin (21/5/2018). (Foto: Ronalds).

Jakarta, BerlimaNews - Sekarang ini olahraga sudah menjadi sebuah gaya hidup, apalagi bagi para kaum urban saat ini. Namun tahukah, jika dalam berolahraga juga dapat dapat menimbulkan risiko cedera, khususnya pada bahu, tangan. dan kaki. 

Itu semua dapat terjadi, jika olahraga maupun pemanasan tidak dilakukan dengan benar. Cedera tersebut, bisa terjadi kepada siapa saja. Beberapa cedera yang diakibatkan karena berolahraga pada umumnya, diantaranya peradangan otot maupun sendi akibat salah posisi, otot yang robek, ataupun dislokasi otot, tulang, dan sendi.

Beberapa jenis olahraga yang dapat memicu cedera tangan dan bahu adalah golf. tenis, badminton, dan voli. Penanganan cedera akibat olahraga tersebut, harus  didiagnosa dengan tepat dan cepat. 

“Penanganan cedera akibat olahraga yang tepat dan cepat sangat penting untuk meminimalkan risiko jangka panjang yang ditimbulkan. Untuk itu, perlu dilakukan berbagai upaya diagnosa, salah satunya dengan pemanfaatan teknologi medis modern seperti CT Scan atau MRI. Penegakan diagnosis perlu dilakukan untuk mengetahui lokasi serta mengidentifikasi cedera yang terjadi dengan lebih akurat sebagai tahapan awal untuk menentukan langkah penanganan yang tepat selanjutnya." Jelas Dokter Iman Vindya Aminata, Sp. OT, Dokter Spesialis Bedah Ortopedi yang berpraktik di RS Pondok Indah Pondok Indah dan RS Pondok Indah Bintaro Jaya. Senin, (21/5/2018).

Dalam acara seminar "Penanganan Akurat Untuk Menangani Cedera Bahu dan Kaki Setelah Olahraga" di Pullman Hotel, Jakarta Pusat, Dokter Iman  juga mengatakan tentang diagnosa dengan teknologi seperti CT Scan yang dapat memberikan rekonstruksi ketiga, dimana bisa memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai permasalahan yang dialami. Jika kondisinya sudah sangat serius, maka bisa jadi perlu dilakukan tindakan pembedahan. 

Cedera bahu ringan dapat diatasi dengan melakukan peregangan, dan memaksimalkan kerja bahu melalui fisioterapi. Sedangkan cedera akibat peradangan otot dapat diatasi dengan istirahat, penggunaan kompres es untuk meredakan nyeri, pemberian analgesrk, serta terapi untuk membantu proses pemulihan bahu.