Terkait Sofyan Tsauri, Polri Bantah Tudingan Habib Rizieq

Setyo menampik Sofyan pernah menjadi anggota Brimob Polri. Sofyan hanya tercatat sebagai anggota Polri sejak 1998 dan berdinas di Polres Depok fungsi Sabhara dan Binmas

Terkait Sofyan Tsauri, Polri Bantah Tudingan Habib Rizieq

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto

Jakarta, BerlimaNews - Mabes Polri membantah pernyataan pemimpin besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab soal Sofyan Tsauri, eks narapidana terorisme yang juga mantan polisi. Video berisi tudingan Habib Rizieq terhadap Sofyan itu kembali viral akhir-akhir ini. 

Dalam video tersebut, Rizieq menuding Sofyan sebagai produsen ikhwan yang siap melakukan aksi teror. "Itu (video) pernyataan Habib Rizieq enam, tujuh tahun lalu kemudian diviralkan lagi, ada skema bahwa dia (Sofyan) agen dari Brimob yang disusupkan," ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, (21/05/2018). 

Setyo menampik Sofyan pernah menjadi anggota Brimob Polri. Sofyan hanya tercatat sebagai anggota Polri sejak 1998 dan berdinas di Polres Depok fungsi Sabhara dan Binmas. Setyo juga membantah Sofyan sebagai intel polisi. Ia dipecat secara tidak hormat pada 2009 dan ditangkap Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri pada 2010. "Dia bahkan tak pernah bertugas di Mako Brimob," katanya.

Sofyan diketahui sebagai mantan pengikut jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) pimpinan Aman Abdurrahman. Sofyan terpapar pemikiran radikal sejak ditugaskan sebagai anggota Polri ke Aceh pada 2002. "Sofyan lolos dari Aceh kemudian ditangkap di rumahnya di Bekasi pada 6 Maret 2010. Dia dituntut 10 tahun penjara," kata Setyo. 

Sofyan telah menjalani enam tahun masa hukuman sejak vonis di Pengadilan Negeri Depok. Sofyan kemudian dinyatakan bebas pada 21 Oktober 2015 dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang setelah mendapat sejumlah remisi. "Dia (Sofyan) dihukum dan menyatakan bersalah," ujarnya. 

Polemik ini kembali muncul setelah video ceramah Rizieq kembali beredar. Video berdurasi lima menit 35 detik itu Rizieq mengatakan bahwa anggota FPI dilatih menembak oleh Sofyan, di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Anggota FPI  kemudian dikirim ke Aceh dan dipersenjatai yang lalu  menjadi sasaran penangkapan aparat kepolisian. 

"Orang bilang 'Habib itu Ustadz Abu Bakar Baasyir ditangkap gara-gara terorisme. Saya tahu perkaranya saudara. Bukan Ustadz Abu Bakar Baasyir yang suruh rakyat perang. Bukan Ustadz Abu Bakar Baasyir, saudara. Yang menciptakan terorisme, seorang yang namanya Sofyan Tsauri. Anggota Brimob, saudara. Dia rekrut anak-anak muda, termasuk laskar FPI, saudara," ujar Rizieq dikutip dari video tersebut.