Demokrat dan PAN Dukung Pemprov DKI Lepas Saham Bir

Demokrat-PAN, kata dia, menganggap kepemilikan saham di pabrik bir itu lebih banyak mudharat daripada manfaatnya sehingga lebih baik dilepas.

Demokrat dan PAN Dukung Pemprov DKI Lepas Saham Bir

Ketua Fraksi Demokrat-PAN Taufiqurrahman

Jakarta, BerlimaNews - Fraksi Partai Demokrat dan PAN DPRD DKI Jakarta mendukung penuh kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang ingin melepas saham di PT Delta Jakarta. Demokrat-PAN berkomitmen untuk mengawal kebijakan ini saat membutuhkan persetujuan di DPRD hingga goal dalam rapat paripurna. Ketua Fraksi Demokrat-PAN Taufiqurrahman menilai, cukup banyak alasan bagi pemprov menjual saham di perusahaan produsen minuman beralkohol tersebut. 

Demokrat-PAN, kata dia, menganggap kepemilikan saham di pabrik bir itu lebih banyak mudharat daripada manfaatnya sehingga lebih baik dilepas. "Mudharatnya apa, pemprov secara tidak langsung telah mendukung keberadaan peredaran minuman beralkohol di Jakarta dan Indonesia," katanya, Jumat (18/05/2018).

Menurutnya, sudah banyak kejadian buruk yang timbul akibat minuman beralkohol. Artinya, DKI juga punya andil dalam kekacauan yang disebabkan minuman beralkohol karena telah menyertakan modal di salah satu produsennya. Di sisi lain, kata dia, semua pihak juga tak boleh menutup mata bahwa pemprov mendapat bagi hasil keuntungan atau dividen cukup besar.

Taufiqurrahman meminta Pemprov DKI tak ragu menjual saham di PT. Delta Djakarta tersebut. Ia mengaku prihatin jika ada pihak-pihak yang mencoba menghambat kebijakan ini dengan alasan kinerja perusahaan baik dan secara konsisten mendatangkan profit. Ia menilai bahwa mengelola pemerintahan bukan hanya soal keuntungan material, tapi juga tanggung jawab sosial secara etika dan moral. "Ini kan pemerintah, bukan pebisnis yang hanya mencari keuntungan 100 persen. Pemerintah punya tanggung jawab sosial secara etis dan moral untuk melindungi warganya," ujarnya.

Dia berpendapat, produk minuman beralkohol adalah racun bagi masyarakat. Tak patut jika pemerintah mencari pendapatan melalui cara seperti itu. Mengelola pemerintahan, menurutnya, tak bisa disamakan dengan mengelola bisnis. Terkait hasil penjualan saham yang ditargetkan pemprov bisa menembus Rp 1 triliun, Taufiqurrahman menyatakan bahwa uang tersebut bisa digunakan untuk pembangunan dengan proyeksi keuntungan jangka panjang.

Di sisi lain, pelepasan saham di PT. Delta Djakarta adalah janji kampanye pasangan Anies-Sandi semasa kampanye Pilkada DKI. Ia mengajak semua pihak menghormatinya. Hal ini, kata Taufiqurrahman, juga sekaligus pembuktian bagi Anies-Sandi dalam melunasi janji kampanye kepada warga Jakarta. "Itu harganya lebih mahal dibanding dengan profit dividen yang didapat, karena janji kampanye kan berkaitan dengan kepercayaan masyarakat," katanya.

Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Abdurrahman Suhaimi menyatakan fraksinya mendukung penuh dan siap meloloskan kebijakan ini di paripurna DPRD nantinya. Ia tak sependapat dengan penilaian sebagian pihak yang menyebut tak ada urgensi melepas saham. Ia justru beranggapan meletakkan saham di PT. Delta tak ada manfaatnya.

Menurutnya, hasil penjualan saham bisa dialihkan untuk kebutuhan warga DKI yang lebih prioritas seperti di bidang pendidikan, pangan hingga kebutuhan air. Dengan cara itu, ia menilai, uang hasil penjualan saham tersebut lebih bermanfaat daripada harus menerima dividen dari perusahaan bir. "Dalam bahasa agamanya mungkin lebih berkah (jika saham dilepas) kira-kira begitu. Kami setuju (pelepasan saham), kita akan back-up," ucapnya.

Sebagaimana PKS, Fraksi Partai Gerindra selaku pengusung Anies-Sandi akan mendukung rencana pelepasan saham PT. Delta Djakarta di dewan. Gerindra akan mengajak sebanyak mungkin fraksi untuk mendukung kebijakan ini. Yang pasti, Gerindra akan mengawal penuh. "Iya (kami back-up di DPRD)," kata Ketua Fraksi Gerindra Abdul Ghoni.

Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno mengatakan akan menggelar workshop atau lokakarya dengan anggota dewan untuk meyakinkan mereka terkait kebijakan melepas saham di PT. Delta Djakarta. Forum itu akan dijadikan sarana untuk menjelaskan ke anggota dewan bahwa pelepasan saham tak akan menurunkan pendapatan asli daerah (PAD).

Sandi mengatakan, hasil yang diterima dari pelepasan saham tersebut akan diinvestasikan untuk pengembangan fasilitas masyarakat sehingga dapat menciptakan lapangan kerja baru. Ia yakin investasi tersebut akan melipatgandakan PAD. "Tapi kita kan akan melakukan investasi dengan uang tersebut dan investasinya ini adalah di fasilitas masyarakat yang secara social-investment rate of return akan jauh lebih tinggi," ujar Sandi.

Menurutnya, target pelepasan saham tersebut akan dilakukan secepatnya. Pemprov, kata dia, akan melengkapi seluruh persyaratan termasuk perizinan dari DPRD DKI, serta juga berkomunikasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Bursa Efek Indonesia (BEI) karena PT. Delta adalah perusahaan terbuka. "BEI berterima kasih sekali kepada kita karena sudah ada kepastian bahwa kita akan melepas, atau kita memastikan untuk melepas dan sekarang harus mengikuti proses," kata dia.