Cara Sehat Berpuasa untuk Penderita Diabetes

Hal ini agar penderita diabetes bisa tetap sehat dan juga fit selama menjalankan ibadah puasa.

Cara Sehat Berpuasa untuk Penderita Diabetes

Ilustrasi Menu Sahur dan Berbuka Puasa

Jakarta, BerlimaNews – Tak mudah untuk berpuasa bagi mereka yang mempunyai masalah diabetes. Diperlukan cara sehat berpuasa yang tepat untuk bisa menjalani ibadah puasa tanpa mengorbankan kesehatan. Bulan puasa Ramadan sudah ada di depan mata. Tinggal beberapa hari lagi kita akan menyambut bulan puasa Ramadan. Karena itu, sekarang kita akan berbagai beberapa cara sehat berpuasa untuk penderita diabetes.

Hal ini agar penderita diabetes bisa tetap sehat dan juga fit selama menjalankan ibadah puasa. Lantas bagaimana seharusnya cara sehat berpuasa untuk penderita diabetes? Berikut merupakan beberapa tips puasa yang sebaiknya dijalankan.

Sahur dengan Menu Sehat
Jangan lewatkan waktu sahur, karena Anda akan berpuasa. Makanlah dalam porsi yang moderat dengan komponen karbohidrat kompleks serta gula yang terukur. Pastikan untuk tidak tertidur setelah sahur. Karena tidur bisa mengganggu sistem metabolisme tubuh setelah sahur. Kondisi yang dapat menyebabkan reaksi naiknya kadar gula darah secara dratis.

Atur Aktivitas Harian
Sebetulnya tanpa menjalankan ibadah puasa sekalipun, penderita diabetes sangat disarankan mengatur aktivitas harian secara moderat. Jangan terlalu cape, karena akan sebabkan dorongan makan yang berlebihan hingga akhirnya bisa meningkatkan gula darah. Hal ini juga harus diterapkan saat puasa. Saat Anda terlalu cape, energi yang sudah tubuh bentuk dari asupan ketika sahur boleh jadi tidak cukup. Sehingga tubuh akan terasa lemas. Dalam hal ini, penderita sangat rentan mengalami hipoglikemia.

Lakukan Tes Darah Setiap Hari
Untuk memastikan tubuh Anda cukup aman menjalani ibadah puasa, ada baiknya selalu memeriksa kadar gula darah setiap hari. Setidaknya cek gula darah 3-5 kali dalam sehari. Lakukan pengujian kadar gula darah ketika puasa dan ketika berbuka. Hal ini akan bermanfaat untuk mencegah terjadinya hipoglikemia atau hiperglikemia.

Peka dengan Sinyal Tubuh Anda
Penderita diabtes juga harus memahami sinyal-sinyal yang diberikan tubuh. Beberapa gejala akan muncul saat tubuh mengalami hiperglikemia atau hipoglikemia. Setiap orang mempunyai gejala yang bersifat personal alias berbeda dari satu pasien dengan pasien lainnya. Karena itu, kenali beberapa gejala dan sinyal yang muncul untuk bisa segera ditindak lanjuti.

Siapkan Permen atau Glukosa di Kantung Anda
Menjalankan puasa bagi penderita diabetes sudah tentu sangat beresiko. Salah satu resikonya adalah mengalami hipoglikemia. Karena itu Anda harus menyiapkan penanggulangan darurat untuk mengatasi masalah ini. Hipoglikemia bisa sangat berbahaya jika tidak segera diobati. Dropnya kadar gula darah bisa menyebabkan beberapa sel tubuh kehilangan energi. Bahkan dalam kondisi yang lebih parah bisa sebabkan berhentinya beberapa fungsi tubuh. Hal inilah yang membuat hipoglikemia mematikan. Segera konsumsi permen atau obat glukosa untuk segera mencegah terjadinya hipoglikemia.

Berbuka dengan Bertahap
Kesalahan yang sering dilakukan oleh orang yang berpuasa yaitu makan dalam porsi banyak saat berbuka puasa. Seharusnya, bagi porsi makan dalam porsi kecil. Beri jeda setidaknya 1 jam untuk porsi makanan sehingga proses kenaikan gula darah tak terlalu berlebihan. Cara ini cukup efektif mencegah efek hiperglikemia ketika berbuka puasa.

Menu Buka Puasa yang Sehat
Menu buka puasa yang tepat bisa membantu tubuh lebih tahan terhadap efek hipoglikemia dan hiperglikemia. Mulailah dengan mengonsumsi hidangan ringan yang mengandung gula namun kaya serat seperti buah kurma. Beri jeda untuk mengonsumsi makanan utama dan pilihlah menu yang padat nutrisi untuk makanan utama.

Konsumsi Propolis
Untuk menghindari efek hiperglikemia atau tingginya kadar gula darah Anda disarankan untuk mengonsumsi Propolis. Jenis obat herbal yang mengandung berbagai jenis vitamin dan mineral, mengandung 16 rantai asam amino essensial, flavonoid dan lain sebagainya.