KAMMI: Harga Mati, Dirut PT Telkom Harus Dicopot

KAMMI Kembali datangai kantor Kementrian BUMN, untuk memdesak segera pencopotan dirut PT. Telkom

KAMMI: Harga Mati, Dirut PT Telkom Harus Dicopot

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI)

Jakarta, BerlimaNews - Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) kembali mendatangi Kementerian BUMN, mereka meminta agar Rini Soemarno untuk segera memecat Dirut PT Telkom Indonesia Tbk, Alex J Sinaga. Karena dinilai telah melakukan diskriminasi kepada umat islam.

“Tidak ada tempat di dunia ini untuk manusia rasis seperti Alex, harga mati bagi kami untuk segera mencopotnya dari Direktur PT Telkom,” kata Ketua Umum KAMMI DKI Jakarta, Jimmy Juliand dalam orasinya di Kementerian BUMN, Kamis (26/4).

Kegiatan Corporate Social Responbility (CSR) yang dilaksanakan oleh PT  Telkom Indonesia Tbk di berbagai daerah yang dinilai diskriminasi akan memancing umat islam untuk marah. Ini jangan dibiarkan begitu saja, karena kata Jimmy akan sangat berbahaya jika pejabat Negara tidak bersikap proposional. “Komitmen Pemerintahan Jokowi-JK yang katanya berpihak kepada rakyat, harus diikuti oleh pejabat-pejabat di bawahnya, termasuk Dirut BUMN. Agar program Nawa Cita bisa terwujud dengan baik,” tegasnya. 

Gejala ketidak adilan ini jika dibiarkan kata Jimmy akan berdampak buruk. Karena PT Telkom terkesan pilih kasih dalam memberikan bantuan kepada rumah ibadah. Dana bantuan CSR adalah dana bantuan yang harus disalurkan kepada masyarakat secara adil dan proporsional. 

“Tidak seperti sekarang. Alex Sinaga sebagai Dirut hanya mementingkan kelompok-kelompoknya (SARA) dan dinilai pilih kasih dalam menyalurkan bantuan keagamaan, sehingga menimbulkan kecemburuan sosial serta dapat memicu terjadi nya konflik SARA di masyarakat,” tegasnya.

Bukan hanya dana CSR, KAMMI juga melihat berbagai permasalahan yang kerap terjadi di PT Telkom selama kepemimpinan Alex. Jadi sudah tidak pantas lagi, Alex memimpin PT Telkom. “Jika ini dibiarkan, maka Negara akan kehilangan omset terbesarnya di dunia telekomunikasi, karena Telkom bisa saja ditinggal oleh masyarakat Indonesia,” ujarnya. 

KAMMI juga menyoroti turunnya harga saham Telkom tertekan di BEI jatuh ke posisi kelima dalam kapitalisasi pasar. Harga sahamnya turun hingga 11%. Sebagai BUMN yang punya sumber daya besar, harga saham PT Telkom yang dibawah 4000 dan turun hingga 11% itu sangat buruk.

“Hal ini disebabkan banyak investor yang sangat cerdas, tak bisa lagi dikelabui oleh “polesan-polesan” (make-up) performasi. Mereka melihat kinerja dan banyaknya permasalahan di tubuh Telkom yang dipimpin Alex Sinaga, hingga akhirnya melepas saham Telkom di bursa saham,” tandasnya.