Divonis 9 Tahun Penjara, Begini Modus Gatot Brajamusti Ngajak Mesum Anak di Bawah Umur

Gatot Brajamusti divonis bersalah oleh majelis hakim atas kasus asusila yang ia lakukan pada anak di bawah umur yang dilaporkan CTP. Ia dijatuhi hukuman 9 tahun penjara atas perbuatannya tersebut.

Divonis 9 Tahun Penjara, Begini Modus Gatot Brajamusti  Ngajak Mesum Anak di Bawah Umur

Gatot Brajamusti. (istimewa)

Jakarta, BerlimaNews -  Gatot Brajamusti divonis bersalah oleh majelis hakim atas kasus asusila yang ia lakukan pada anak di bawah umur yang dilaporkan CTP. Ia dijatuhi hukuman 9 tahun penjara atas perbuatannya tersebut.

"Menyatakan Gatot Brajamusti, terbukti secara sah dan meyakinkan telah bersalah membujuk anak melakukan persetubuhan. Menjatuhkan pidana dengan pidana penjara selama 9 tahun dan denda Rp200 juta. Tidak dibayar maka diganti pidana selama 6 bulan," kata Hakim Ketua, Irwan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (24/4/2018).

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan JPU yakni 15 tahun dan denda Rp200 juta dengan subsider 1 tahun kurungan. Gatot dan kuasa hukumnya diberi waktu sampai 7 hari untuk menyatakan keberatan atau banding dengan putusan hakim tersebut.

Hakim Ketua mengatakan awalnya Gatot ingin menjadikan CTP seorang backing vocal. Setelah dikenalkan pada terdakwa dan latihan pada pukul 3 pagi. "Setelah latihan jam 3 pagi, saksi dipanggil ke bus di depan rumahnya, tidak ada siapa-siapa, saksi CTP masuk ke bus dan duduk di bangku paling belakang dan ngobrol-ngobrol. Terdakwa mencoba mencium saksi CTP, namun tidak mau, saksi kemudian dirayu sebelumnya. Terdakwa langsung mengisap aspat dan tawarkan ke CTP," baca hakim ketua.

Saat kejadian itu, CTP selalu menolak ajakan. Saat dicium usai menggunakan aspat, CTP merasa dihipnotis. Saat itu CTP masih tergolong usia anak-anak karena masih belum 17 tahun.

"Saksi CTP tidak mau dan selalu menolaknya. Terdakwa bilang aspat dari negeri jin. Kemudian, terdakwa mencium saksi. Saksi mengaku dihipnotis," lanjutnya.

Kemudian CTP dan Gatot kembali bertemu di Putri Duyung Cottage dan masuk ke kamar yang dipesan untuk Ary Suta. Disitulah mulai terjadi hubungan suami istri antara CTP dan Gatot Brajamusti.

Namun CTP sempat menolak karena belum dinikahi oleh Gatot. Dibacakan oleh hakim, Gatot mulai mengakali CTP dengan 'pernikahan'. "Persetubuhan berlangsung 1 jam. Saat itu CTP masih 16 tahun 10 bulan," ucap hakim Ketua, Irwan.

Gatot Brajamusti dan CTP terungkap melakukan hubungan intim di beberapa tempat. Hubungan intim itupun dilihat oleh Reza Artamevia. "Diperoleh fakta hukum hubungan bersetubuh berlangsung di Kemang, Pondok Indah, hotel Crystal, dan Sukabumi. Disaksikan oleh Reza Artamevia," kata Hakim Ketua.

"Terdakwa menyuruh Dewi Aminah untuk menggugurkan kandungan CTP. Dewi Aminah kasih test pack, hasilnya positif," lanjutnya.