Dijerumuskan ke Grup WA LGBT, Petrus Bunuh Ali

Yang lebih membuat Petrus jengkel, di dalam grup itu, dia dipermalukan dengan disuruh mengirim foto telanjang untuk dilihat seluruh anggota grup

Dijerumuskan ke Grup WA LGBT, Petrus Bunuh Ali

Ilustrasi Pembunuhan

Jakarta, BerlimaNews - Polisi telah menangkap Petrus Paulus Ualubun, pelaku pembunuhan terhadap seorang karyawan bernama Ali Rahman, di Cawang, Jakarta Timur. Dari hasil penyelidikan terungkap bahwa pria berusia 20 tahun itu nekat membunuh Ali lantaran sakit hati, nomor teleponnya dimasukkan korban ke dalam grup WhatsApp komunitas LGBT (Lesbi, Gay, Biseksual dan Transgender).

"Sakit hati. Intinya yang bersangkutan (pelaku) dimasukkan sama korban (ke grup WA)," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Selasa, 17 April 2018.

Petrus marah karena merasa telah dijerumuskan oleh korban. Sebab, berdasarkan pengakuan Petrus, dirinya bukan seorang LGBT. Yang lebih membuat Petrus jengkel, di dalam grup itu, dia dipermalukan dengan disuruh mengirim foto telanjang untuk dilihat seluruh anggota grup. "Lantaran kesal pelaku pun mengajak ketemu korban di lokasi kejadian perkara," katanya.

Pada saat pertemuan, pelaku dan korban sempat cekcok. Pelaku yang kesal lalu membunuh korban dengan senjata tajam. Namun, dari pengakuannya pelaku spontan membunuh korban. "Korban dianiaya dan dibunuh. Pengakuannya dia spontan," ujarnya.

Usai membunuh korban, pelaku pun melarikan diri ke rumah kakaknya yang berada di Cikarang Selatan. Polisi yang menemukan jasad korban langsung melakukan penyelidikan dengan memeriksa telepon genggam korban. Tak sampai sehari, pelaku pun dibekuk aparat Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur pada Selasa pagi, (17/04/2018). "Saat ini yang bersangkutan sudah diamankan dan diperiksa secara intensif," katanya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 351 KUHP dan 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara. Sebelumnya, mayat Ali Rahman ditemukan tewas tergeletak di Gang Waru, Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (16/04/2018). Warga Tanjung Priok, Jakarta Utara itu mengalami luka di sejumlah bagian tubuh akibat senjata tajam.