UEFA Ambil Tindakan Terkait `Pelecehan` Terhadap Michael Oliver di Media Sosial

Wasit asal Inggris itu mendapat `pelecehan` di media sosial. Serangan ditujukan kepada Michael Oliver dan istirnya. Otoritas sepak bola Eropa (UEFA) bereaksi dengan mengutuk keras pelecehan tersebut. "UEFA mengutuk keras pelecehan yang ditujukan kepada Michael Oliver dan istrinya," demikian pernyataan UEFA.

UEFA Ambil Tindakan Terkait `Pelecehan` Terhadap Michael Oliver di Media Sosial

Wasit Michael Oliver yang meminpin pertandingan Real Madrid melawan Juventus mendapat pelecehan di media sosial. (istimewa)

Jakarta, BerlimaNews - Keputusan `kontroversial` wasit Michael Oliver pada leg kedua perempat final Liga Champions, antara Real Madrid melawan Juventus, pekan lalu masih berbuntut panjang.

Belakangan, wasit asal Inggris itu mendapat `pelecehan` di media sosial. Serangan ditujukan kepada Michael Oliver dan istirnya. Otoritas sepak bola Eropa (UEFA) bereaksi dengan mengutuk keras pelecehan tersebut. "UEFA mengutuk keras pelecehan yang ditujukan kepada Michael Oliver dan istrinya," demikian pernyataan UEFA.

"Kami telah menghubungi mereka untuk menawarkan dukungan kami dan kami percaya otoritas-otoritas yang relevan akan mengambil tindakan terhadap individu-individu yang telah bersikap tidak layak di dalam dan di luar media sosial."

BBC melaporkan pada Minggu bahwa kepolisian Inggris telah melakukan investigasi terhadap teks-teks pesan yang mengancam terhadap istri Oliver, Lucy, yang akun Twitternya juga menjadi sasaran pesan-pesan mengancam dan melecehkan.

Oliver (33) dikritik keras sejumlah pemain Juve setelah pertandingan, termasuk kiper Gianluigi Buffon mengatakan bahwa sang ofisial itu tidak siap untuk pertandingan papan atas dan semestinya makan kripik di tribun penonton. Tak cuma itu, pemain senior Italia berusia 40 tahun itu mendamprat Oliver dengan kata-kata pedas antara lain `seorang pembunuh` dan `tempat sampah` yang berbuah hukuman kartu merah.

Namun Buffon mengatakan dalam satu wawancara bahwa ia akan mengulangi komentar-komentarnya namun dalam bahasa "yang lebih sopan. "Saya adalah manusia yang meletakkan hasrat, sentimen, dan kemarahan dalam apa yang saya lakukan," katanya sebagaimana dikutip Reuters.