Robot AI Calonkan Diri Jadi Walikota di Kota Distrik Jepang

Benda menyerupai manusia itu akan mengumpulkan data kota dan menciptakan kebijakan yang adil dan seimbang yang akan menguntungkan semua orang

Robot AI Calonkan Diri Jadi Walikota di Kota Distrik Jepang

Robot yang Dicalonkan Jadi Walikota di Kota Distrik Jepang

Tokyo, BerlimaNews - Berita tentang robot yang memiliki artificial intelligence (AI) atau kecerdasaan buatan mengambil alih pekerjaan manusia bukan hal baru. Yang terbaru, salah satu distrik di Tokyo, Jepang, mengumumkan salah satu calon wali kotanya adalah robot AI. AI belum dapat secara legal dijalankan untuk posisi administrasi publik tingkat tinggi, namun satu calon wali kota dari Kota Tama, Tokyo, maju untuk bersaing. 

Keputusan tersebut dilakukan untuk memaksimalkan penggunaan kecerdasan buatan dalam menjalankan urusan kota. "Untuk pertama kalinya di dunia, AI akan mencalonkan diri dalam pemilihan," kata kandidat wali kota manusia Michihito Matsuda, dikutip Odditycentral, Minggu (15/04/2018).

Pada dasarnya, robot itu akan mengganti pejabat publik manusia. Benda menyerupai manusia itu akan mengumpulkan data kota dan menciptakan kebijakan yang adil dan seimbang yang akan menguntungkan semua orang. "Kecerdasan buatan akan mengubah Kota Tama. Dengan kelahiran seorang AI-Mayor, kami akan melakukan politik yang adil dan seimbang. Kami akan menerapkan kebijakan untuk masa depan dengan kecepatan, mengumpulkan informasi dan pengetahuan, dan memimpin generasi berikutnya," ujar Matsuda yang berusia 44 tahun dan juga mencalonkan diri sebagai wali kota Kota Tama pada 2014.

Pada 2014, Matsuda mencalonkan diri, namun, kalah dengan selisih besar. Kali ini, ia bertujuan untuk bertindak sebagai avatar untuk AI yang diyakininya dapat membuat keputusan yang lebih baik daripada yang pernah manusia harapkan. Belum lagi kecerdasan buatan yang jauh lebih rentan terhadap korupsi.

AI wali kota memiliki kampanye yang sangat mirip dengan pesaing manusia. Poster-poster yang menampilkan pesan-pesan dan kampanye yang futuristik telah terpampang di seluruh Kota Tama dan truk-truk kampanye telah menyampaikan janji untuk meminta dukungan.

Sementara beberapa orang menyebut kampanye Michihito Matsuda sebagai aksi karena manusia akan tetap menjadi pihak yang bertanggung jawab secara hukum. Hanya saja, pihak lain menyatakan diri mereka bersemangat tentang prospek AI menjalankan hal-hal tidak biasa. AI harus menjadi alternatif yang lebih baik untuk manusia yang terkadang tak kompeten dan korup.

Pemilihan untuk Kota Tama akan diadakan pada tanggal 15 April. Meski robot AI tawaran yang unik, sepertinya keputusan akhir belum bisa terlihat hingga pemungutan suara selesai.