Festival Kuliner Yang Jadi Agenda Tahunan

Untuk melestarikan budaya yang sudah ada, beberapa festival kuliner di beberapa wilah menjadi agenda tahunan

Festival Kuliner Yang Jadi Agenda Tahunan

salah satu festival Kuliner 'Chinchilla Melon Festival'. (Istimewa)

Jakarta, BerlimaNews - Setiap wialayah memiliki keistimewaannya masing-masing, seperti halnya dengan kuliner yang dimiliki cirri khas tersendiri. Untuk melestarikan apa yang sudah dimiliki, biasanya akan diadakan sebuah festival yang sudah menjadi sebuah tradisi. Ada beberapa festivl kuliner, yang sudah menjadi agenda rutin tahunan dan berhasil menarik perhatian orang. Berikut beberapa festival kuliner tahunan yang sering diadakan.

1. Perayaan Omelette Raksasa

Perayaan ini bermula ketika Kaisar Napoleon Bonaparte dan pasukannya tengah melakukan perjalanan melalui Perancis Selatan. Di malam hari, mereka memutuskan untuk beristirahat di kota Bessieres. Pemilik penginapan setempat menyajikan hidangan telur dadar yang menjadi andalan di kota tersebut. Seketika, Napoleon sangat menyukai hidangan tersebut dan memerintahkan penduduk kota untuk mengumpulkan semua telur di desa tersebut dan menyiapkan hidangan omelet porsi besar untuk pasukannya pada esok hari. Momen tersebut menjadi asal mula perayaan omelet raksasa dilakukan. Tidak tanggung-tanggung, telur yang digunakan mencapai 15.000 butir. Perayaan tersebut biasanya dilakukan pada hari Paskah dan menjadi tradisi bagi masyarakat untuk memberi makan orang miskin. Selain itu, omelet telah menjadi simbol persaudaraan dan persahabatan.

2. La Tomatina

La tomatina merupakan tradisi lempar tomat dari Spanyol, tepatnya di kota Bunol. Beberapa cerita sempat mengemuka perihal asal mula tradisi ini. Ada yang mengatakan jika festival ini berawal dari keisengan para remaja yang sedang berparade menuju pusat kota. Namun ada juga yang mengatakan hal tersebut berawal ketika dahulu ada warga yang tidak puas dengan dewan kota. Versi lain mengatakan hal tersebut berasal dari beberapa pemuda yang bertengkar di tempat penjualan sayur.

Meski sejarahnya masih simpang siur, festival ini selalu diadakan pada hari Rabu terakhir di bulan Agustus. Setiap tahun ribuan orang berdatangan guna memeriahkan festival tersebut. Pemerintah Kota Bunol bahkan mendatangkan 120 ton tomat demi keberlangsungan festival tersebut.

3. Bugfest

Setiap bulan September, The North Carolina of Natural Sciences, mengadakan festival tahunan bertajuk “Bugfest”. Menariknya, para pecinta kuliner dapat mencoba berbagai sajian berbahan dasar serangga yang disajikan oleh Café Insecta. Disini, kalian bisa mencoba berbagai olahan serangga seperti jangkrik, belalang, rayap, kupu-kupu, ngengat, kumbang, semut, dan berbagai spesies serangga lainnya yang diolah dengan berbagai teknik memasak. Para juru masak menjamin bahwa hidangan serangga dijamin aman dikonsumsi serta memiliki nutrisi yang tinggi. Selain itu, memakan serangga sama nikmatnya saat memakan lobster atau udang.

4. Olney Pancake Race

Belum bisa dipastikan kapan tradisi balapan pancake ini bermula. Cerita yang berkembang mengisahkan seorang ibu rumah tangga yang ketakutan setelah mendengar bunyi lonceng yang menyeramkan, sehingga ia berlari ke gereja dengan masih menggenggam penggorengaan berisi pancake. Tradisi tersebut kemudian berlanjut menjadi sebuah kompetisi di tahun 1445 yang diadakan di Kota Olney, Inggris. Kompetisi ini hanya dapat diikuti oleh wanita dengan jarak tempuh sejauh 400 yard dan wajib membawa penggorengan yang berisi pancake. Di tahun 1950, festival ini menjadi sebuah pertunjukan internasional. Kota Liberal, yang terletak di Kansas, AS, terinspirasi untuk mengadakan kompetisi serupa setelah melihat foto-foto dari perlombaan di Kota Olney. Kini setiap tahunnya kedua kota tersebut berkompetisi guna merebut hadiah dan gelar juara.

5. Chinchilla Melon Festival

Festival ini digelar pada bulan Februari setiap tahunnya di Chincilla, Queensland, Australia. Pada festival ini kamu bisa melakukan berbagai permainan dengan menggunakan buah semangka, seperti bermain ski di atas semangka, lempar semangka, dan berbagai permainan seru lainnya dengan menggunakan semangka.

6. Gilroy Garlic Festival

Festival yang diselengarakan setiap akhir musim panas di California ini menyajikan berbagai masakan bertemakan bawang putih, seperti cumi bawang putih, garlic fries, hingga roti bawang putih. Menariknya, di festival ini kamu juga bisa menemukan dessert unik sebagai penutup hidangan, yakni es krim bawang putih.

7. Night of Radishes

Kompetisi mengukir lobak diadakan setiap tanggal 23 Desember di Kota Oaxaca, Mexico. Pada masa penjajahan, bangsa Spanyol memperkenalkan lobak kepada penduduk Mexico. Masyarakat Oaxaca memiliki tradisi mengukir kayu dan kemudian para petani beralih mengukir lobak untuk menarik perhatian pelanggan di pasar Natal yang terletak di alun-alun kota setiap tanggal 23 Desember. Hingga kemudian di tahun 1897, diadakan kompetisi mengukir lobak secara resmi. Seiring berjalannya waktu, kota ini menyediakan lahan untuk menanam lobak khusus untuk kompetisi tahunan tersebut. Setiap tahunnya, lebih dari 100 konsestan dan ribuan pengunjung datang untuk melihat ukiran lobak.

Menariknya, berhubung lobak mudah sekali rusak, alhasil ukiran tersebut hanya bertahan selama beberapa jam. Sehingga para peserta harus bersaing secara ketat untuk mempersembahkan ukiran terbaik.

8. Maine Lobster Festival

Jika kamu penggemar lobster, Maine Lobster Festival bisa menjadi hal yang menarik buatmu. Acara ini diselenggarakan di Rockland, AS, pada minggu pertama bulan Agustus setiap tahunnya. Dalam festival ini tersedia 20,000 pound lobster yang akan disediakan bagi para pecinta lobster.

9. Cooper’s Hill Cheese Rolling

Acara yang dilakukan pada bulan Mei setiap tahunnya ini, diadakan bukit Cooper di Brockworth, Inggris. Para peserta akan berlomba untuk mengejar keju Double Glouchester seberat 9 pon atau kurang lebih seberat 4 kg yang digelindingkan dari atas bukit.

10. Battle of the Oranges

Festival ini bermula dari abad pertengahan. Festival ini diadakan sebelum haru Mardi Gras atau Shrove Thursday di Ivrea, Italia. Selama festival berlangsung, penduduk kota berkumpul di tengah kota dan terbagi menjadi sembilan kelompok dengan mengenakan seragam. Kemudian, mereka saling melemparkan jeruk kepada kelompok lain.