Ribuan Warga Baduy Akan Turun Gunung, Bawa Hasil Pertanian Ladang

Tidak hanya membawa hasil pertanian, tetapi warga Baduy juga akan menitip pesan ke pemerintah untuk menjaga kondisi alam

Ribuan Warga Baduy Akan Turun Gunung, Bawa Hasil Pertanian Ladang

Acara Seba Baduy. (Foto: Istimewa)

Banten, BerlimaNews - Pada 20 April 2018 memdatang suku Baduy akan menggelar 'Seba Baduy', dimana akan ada ribuan warga Badu yang akan turun gunung membawa hasil bumi pada perayaan ke Gedung Pendopo Pemerintah Kabupaten Lebak. Kegiatan Seba Baduy dilakukan setelah warga Baduy menjalani ritual kawalu selama tiga bulan. Ritual kawalu berlangsung selama tiga bulan dan pada kurun waktu tersebut kawasan Baduy tertutup bagi wisatawan.

Dalam perayaan ini, masyarakat Baduy akan  berjalan kaki sejauh dua kilometer dengan membawa aneka hasil pertanian ladang huma. Produksi hasil bumi itu diantaranya padi, gula aren, pisang, sayur-sayuran dan palawija. "Dari hasil pertanian ladang itu, sebagian diantaranya diserahkan hasil bumi kepada kepala daerah," jelas Aep Dian Hendriawan, Kasubag Pemberitaan Humas Sekretariat Pemerintahan Kabupaten Lebak.

Pelaksanaan 'Seba Baduy', telah dilaksanakan secara turun temurun sejak zaman Kesultanan Banten. Rencananya, acara tersebut akan dihadiri oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, mantan bupati dan para tokoh masyarakat Lebak.  Produk kuliner khas masyarakat Lebak,seperti sale pisang, makanan camilan dan tradisional, abon ikan, gula semut, kerupuk emping dan kerajinan anyaman bambu juga akan dihadirikan dalam acara tersebut. "Kami menilai perayaan Seba Baduy tahun ini dapat mendongkrak kunjungan wisata domestik dan wisatawan asing," katanya.

Perayaan Seba Baduy itu nanti disampaikan dari masyarakat Baduy, yakni menitipkan pesan kepada pemerintah untuk menjaga kelestarian alam, hutan, dan lingkungan. Pelaksanaan Seba tahun 2018 dinamakan "Seba Gede" karena dihadiri ribuan orang, dan berbeda dengan "Seba Leutik" yang hanya dihadiri ratusan orang.