Mengajarkan Anak Dengan Konsep ‘Bermain Sambil Belajar'

Sanggar Kreativitas Boni hadir untuk membantu anak-anak agar bisa bertumbuh dengan konsep yang menyenangkan.

Mengajarkan Anak Dengan Konsep ‘Bermain Sambil Belajar'

Suasana belajar di Sanggar Kreatif Boni. (Foto: Ronalds)

Jakarta, BerlimaNews - Mengajarkan anak untuk bisa kreatif dan juga mandiri, memang tidak selalu bisa dilakukan sendiri oleh orang tuanya masing-masing. Oleh karena itu, Sanggar Kreativitas Boni hadir untuk membantu anak-anak agar bisa bertumbuh dengan konsep yang menyenangkan. “kami sudah hadir sekitar tiga tahun, dengan membawa konsep belajar ‘Bermain Sambil Belajar’,” jelas, Elsa Imelda, Kepala Sekolah Sanggar Kreativitas Boni.

Di sanggar ini anak-anak akan diajarkan motorik kasar, dimana mereka akan diajarkan untuk memaksimalkan otot mereka agar mereka mampu untuk berkembang secara normal seperti kemampuan duduk, merangkak, berjalan hingga bisa memegang sesuatu. Selain itu, motorik halus atau pendidikan keterampilan juga diajarkan. “disini anak-anak tidak hanya diajarkan motorik kasar saja, tetapi juga motorik halus dan budi pekerti juga kami ajarkan disini,” kata Elsa.

Sanggar Kreativitas Boni hadir utuk anak usai 6 bulan hingga 6 tahun, dimana kelas bayi hingga usai 2 tahun akan diajarkan motorik kasar dan juga mengenalkan konsep kognitif seperti warna dan juga bentuk. Sedangkan usia 2 tahun keatas, tidak hanya motorik kasar tetapi juga ditambahkan dengan pengajaran motorik halusnya. Modul pengajarannya sendiri, sudah dirancang khusus dengan bantuan psikolog seperti pada usai 2 tahun belum boleh menenpel lebih dari 2 dan mengajarkan untuk menggunting sesuatu pada usai tersebut juga belum boleh.

Yang menarik dari sanggar ini, yaitu pengajaran yang dilakukan mengedepankan budaya Indonesia. Mulai dari bahasa pengantar dalam pembelajaran menggunakan bahasa Indonesia, lalu anak-anak juga diajarkan menari dengan iringan lagu daerah, alat-alat musik tradisional pun menjadi alat pengajaran. “Sanggar Kreativitas Boni senidiri memang hadir, dengan pengajaran berbasis budaya Indonesia,” sambungya.

Dalam setiap pengajarkan akan ditentukan tema tertentu, yang akan menjadi bahan pengajaran setiap bulannya. Nantinya, anak-anak akan mempelajarinya dikelas dan akan dipraktekan dengan nyata diakhirnya. Misalnya tema alat transportasi, anak-anak akan diajarkan dengan cerita bernyanyi, menari hingga menggunakan alat peraga saat dikelas yang berhubungan dengan transportasi dan setelahnya akan diadakan field trip dengan berkunjung ke salah satu alat transportasi. “seperti tema alat trasportasi, nantinya anak-anak akan kami ajak berkunjung ke PT. Kereta Api Indonesia,” kata Elsa.

Tidak hanya kelas reguler, Sanggar Kreativitas Boni juga memiliki kelas ekstrakurikuler seperti bahasa inggris, bahasa mandarin, taekwondo, bermusik, balet dan juga melukis. Jika ingin mengikutsertakan sang buah hati, orang tua bisa mencobanya dengan trial untuk mengetahui perkembangan si anak dan juga bagaimana cara pengajaran di sanggar tersebut.