Ketika Presiden Jokowi Tidak Menghormati Selandia Baru

Jurnalis dari surat kabar New Zealand Herald, Audrey Young membuat heboh. Tulisannya yang menyebut Presiden Joko Widodo dinilai tidak menghormati Selandia Baru menjadi viral di media sosial.

Ketika Presiden Jokowi Tidak Menghormati Selandia Baru

PM Selandia Baru Jacinda Ardern dan Presiden Jokowi

Wellington, BerlimaNews -- Jurnalis dari surat kabar New Zealand Herald, Audrey Young membuat heboh. Tulisannya yang menyebut Presiden Joko Widodo dinilai tidak menghormati Selandia Baru menjadi viral di media sosial.

Pernyataan Jokowi tidak menghormati Selandia Baru ditulis Young dalam artikel yang berjudul `Audrey Young: Visiting leaders show disrespect by failing to share platform with Jacinda Ardern`.

Dalam artikel disebutkan, Young menilai pihak Indonesia menolak mengadakan konferensi pers gabungan. Padahal, kata Young, ketika mempersiapkan kunjungan tersebut, Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru mendorong adanya konferensi pers gabungan bersama Perdana Menteri Jacinda Ardern.

"Ardern terlalu diplomatis untuk menyebut peristiwa ini sebagai penghinaan, namun itulah yang terjadi," kata Young, seperti dilansir dari artikelnya yang terbit di koran New Zealand Herald, Minggu (25/3/2018).

Dia menuturkan, dua pemimpin yang berbicara bersama adalah salah satu bentuk penghormatan dalam kunjungan kenegaraan. Karenanya, masih kata Young, apa yang dilakukan Presiden Jokowi dan delegasinya dianggap tak menghormati pemimpin serta negara Selandia Baru.

Tak hanya Jokowi, Young juga menuding hal serupa dilakukan PM Vietnam Nguyen Xuan Phuc saat berkunjung ke Selandia Baru.

Karena hal tersebut, Young meminta agar pemerintahnya jangan terlalu `lembek` pada negara lain. Ia juga meminta agar para pemimpin negara lain berperilaku seusai dengan protokol dan nilai-nilai dari negara yang dikunjungi.

"Hal ini tidak perlu diartikan sebagai sebuah paksaan, tetapi kewajiban, kecuali dalam keadaan yang tidak biasa," imbuh Young.