Sampah Plastik di Laut Makin Banyak, Terumbu Karang Rusak

Tidak hanya sampah plastik, kerusakan terumbu karang, menurut Hettie, juga semakin terlihat nyata. "Terumbu karang yang pernah saya datangi beberapa kali, semakin memutih, bahkan banyak yang hilang, seperti yang terjadi di Great Barrier Reef, Australia," ungkapnya.

Sampah Plastik di Laut Makin Banyak, Terumbu Karang Rusak

Kapten Kapal Rainbow Warrior, Hettie Geenen. (istimewa)

Jakarta, BerlimaNews - Bertajuk 'Jelajah Harmoni Nusantara', kapal Rainbow Warrior mendatangi sejumlah pulau di Indonesia. Kehadirannya mengajak masyarakat untuk mengingat kembali seperti apa kondisi alam di masa lampau dan faktanya kini.

Kapten Kapal Rainbow Warrior, Hettie Geenen menyaksikan secara langsung bagaimana kerusakan lingkungan semakin memprihatinkan selama ia berlayar hampir 20 tahun. "Kami melihat semakin banyak plastik di laut. Sangat jelas terutama di garis pantai, jika dibandingkan dengan 20 tahun lalu," kata Hettie dalam sebuah wawancara dengan media di atas Kapal Rainbow Warrior, Senin (19/3/2018).

Tidak hanya sampah plastik, kerusakan terumbu karang, menurut Hettie, juga semakin terlihat nyata. "Terumbu karang yang pernah saya datangi beberapa kali, semakin memutih, bahkan banyak yang hilang, seperti yang terjadi di Great Barrier Reef, Australia," ungkapnya.

Hettie telah berlayar sejak usia 14-15 tahun, dan bergabung dengan kapal milik Greenpeace mulai tahun 1999. "Berlayar keliling dunia, saya menyaksikan dan melihat apa yang sedang terjadi di bumi ini," ujar kapten asal Belanda itu.

Ia melanjutkan, "saya melihat banyak plastik di laut, polusi, karang yang memutih, tetapi saya juga melihat keindahan yang dimiliki bumi ini, keindahan laut. Kita harus melakukan sesuatu. Ini sangat jelas."