Racun Novichok yang Menyerang eks Mata-mata Rusia Lebih Mematikan dari Gas VX dan Sarin

Seorang mantan mata-mata Rusia, Sergei Skripal, bersama putrinya Yulia, ditemukan kaku di sebuah taman di Salisbury, Inggris, pada Minggu, 4 Maret 2018 waktu setempat. Keduanya terlihat pucat dan kaku.

Racun Novichok yang Menyerang eks Mata-mata Rusia Lebih Mematikan dari Gas VX dan Sarin

Racun Novichok diyakini lima hingga 10 kali lebih mematikan daripada gas VX dan Sarin. (istimewa)

Jakarta, BerlimaNews - Seorang mantan mata-mata Rusia, Sergei Skripal, bersama putrinya Yulia, ditemukan kaku di sebuah taman di Salisbury, Inggris, pada Minggu, 4 Maret 2018 waktu setempat. Keduanya terlihat pucat dan kaku. Cairan muntah keluar dari mulut Sergei, sementara putrinya lemas dengan posisi duduk, serta mulut dan mata terbuka lebar.

Mereka diperkirakan diserang dengan racun saraf Novichok, yang berasal dari era Soviet. Keduanya selamat namun harus mendapatkan perawatan intensif. Residu atau jejak dari racun saraf ditemukan di sebuah pub dan restoran yang dikunjungi Sergei Skripal dan putrinya.

Kepala petugas medis Inggris, Sally Davies, mengatakan sekitar 500 orang yang mengunjungi restoran Mill dan Zizzi di Salisbury, barat daya Inggris pada saat dan setelah insiden 4 Maret, diminta mencuci barang-barang mereka sebagai tindakan pencegahan.

"Ada beberapa efek polusi oleh racun saraf di restoran Mill dan Zizzi di Salisbury, dan saya percaya ini tidak membahayakan kesehatan siapa pun di dua tempat itu," kata Davies.

Racun saraf  mampu menghentikan sistem saraf pusat untuk terhubung dengan otot dan kelenjar lain yang dibutuhkan tubuh untuk hidup. Bahan kimia dalam racun saraf, yang mampu menghentikan kerja tubuh ini disebut asetilkolin. Ketika zat ini tidak dapat dipecah oleh tubuh, otot, jantung, dan paru-paru akan mengalami kejang sampai mereka menjadi lumpuh.

Racun saraf yang digunakan untuk menyerang Sergei Skripal dan putrinya diketahui berjenis Novichok. Novichok diambil dari bahasa Rusia yang berarti 'pendatang baru'. Racun saraf ini dibuat pada era Soviet sekitar tahun 1970 hingga 1980-an, untuk melawan perjanjian yang melarang senjata kimia dengan struktur tertentu.

Novichok dianggap memiliki struktur yang berbeda. Namun, sama seperti racun saraf lain, Novichok mengikat dan mematikan cholinesterase, enzim yang digunakan sistem saraf untuk terhubung dengan otot. Novichok sendiri berbentuk bubuk yang sangat halus. Racunnya dibuat dengan dua komponen tidak beracun yang terpisah, disatukan agar menjadi bahan aktif dan beracun.

"Alasan mengapa Anda meninggal karena racun ini sederhana. Jika otot Anda tidak bekerja, Anda tidak bisa bernapas. Jika tidak bernapas, Anda akan mati," kata Dr. Lewis Nelson, dokter yang juga terlibat dalam pengobatan Skripal.

Racun Novichok diyakini lima hingga 10 kali lebih mematikan daripada gas VX dan Sarin, yang lebih umum. Racun tersebut memperlambat kerja jantung dan membatasi saluran udara, yang menyebabkan kematian akibat sesak napas, kata mahaguru farmakologi Universitas Reading, Profesor Gary Stephens.

Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa May mengecam Rusia karena diduga kuat menjadi dalang penyerangan terhadap Skripal. Pasalnya, Novichok pernah dikembangkan secara rahasia oleh Uni Soviet pada 1970 dan 1980-an.

"Percobaan pembunuhan dengan menggunakan zat saraf kelas militer di sebuah kota di Inggris bukan hanya sebuah kejahatan terhadap Skripal. Itu tindakan sembarangan dan ceroboh melawan Inggris, yang membuat kehidupan warga sipil tak berdosa terancam," kata May.

Tuduhan terhadap Rusia ini juga didasarkan pada catatan bersejarah Rusia di masa lalu. Rusia cenderung membunuh para pembelot di negaranya. "(Ini berdasarkan) jejak Rusia yang melakukan pembunuhan yang didukung oleh negara dan penilaian kami bahwa Rusia memandang beberapa pembelot sebagai target yang sah untuk dibunuh," ujar May, menambahkan.