MUI: Ongkos BPIH Naik, Pelayanan Harus Lebih Baik

Kementerian Agama harus bisa memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada jamaah haji Indonesia 2018. "Ya tentu pelayanannya harus lebih baik lagi. Jangan hanya ongkosnya naik tapi pelayanannya juga harus bagus," ujar Kiai Ma`ruf

MUI: Ongkos BPIH Naik, Pelayanan Harus Lebih Baik

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma`ruf Amin. (istimewa)

Jakarta, BerlimaNews - Pemerintah dan DPR, Senin (12/3/2018) kemarin, resmi mengesahkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2018. Biaya haji dipastikan mengalami kenaikan 0,09 persen atau Rp345 ribu.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma`ruf Amin mengatakan, dengan adanya kenaikan biaya ini haji ini, layanan yang diberikan kepada jamaah haji harus ditingkatkan.

Seperti dilansir Republika.co, Menurutnya, Kementerian Agama harus bisa memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada jamaah haji Indonesia 2018.

"Ya tentu pelayanannya harus lebih baik lagi. Jangan hanya ongkosnya naik tapi pelayanannya juga harus bagus," ujar Kiai Ma`ruf di Jakarta, Senin (12/3) malam.

Biaya haji dipastikan mengalami kenaikan dari Rp34.890.312 pada 2017, menjadi Rp35.235.602. "Biaya haji tersebut naik dibandingkan dengan BPIH tahun lalu sebesar Rp 345.290 atau 0,99 persen," kata Ketua Panja BPIH Komisi VIII, Noor Achmad, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Sementara itu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengungkapkan beberapa alasan besaran BPIH alami kenaikan. Pertama, menurut dia, kenaikan tersebut dikarenakan adanya kebijakan pemerintah Saudi Arabia yang memberlakukan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar lima persen untuk semua barang dan jasa yang dikonsumsi dan dipergunakan di Arab Saudi.

Selain itu, kenaikan bahan bakar pesawat avtur juga menyebabkan biaya haji mengalami kenaikan 0,99 persen. Kemudian alasan ketiga adalah karena adanya kurs dolar AS yang berubah antara tahun lalu dengan saat ini. Terlebih, avtur dibeli dengan dolar.