10 Kecelakaan Konstruksi di Indonesia

Tiga kecelakaan terkait proyek infrastruktur yang terjadi dalam dua bulan terakhir mengejutkan publik. Empat orang pekerja tewas dalam dua kecelakaan tersebut, sementara sejumlah pekerja lainnya mengalami luka-luka.

10 Kecelakaan Konstruksi di Indonesia

Kecelakaan konstruksi di Indonesia (istimewa)

Jakarta, BerlimaNews - Tiga kecelakaan terkait proyek infrastruktur yang terjadi dalam dua bulan terakhir mengejutkan publik. Empat orang pekerja tewas dalam dua kecelakaan tersebut, sementara sejumlah pekerja lainnya mengalami luka-luka.

Girder proyek jalan di kawasan Antasari, Jakarta Selatan, roboh pada Selasa (2/1/2018). Beruntung insiden tersebut tak memakan korban jiwa, tercatat hanya satu truk hancur dan sebanyak enam balok jalan layang terlihat ambruk dan patah akibat peristiwa.

Sementara pada Senin (22/2/2018) dini hari, proyek Light Rapid Transit (LRT) yang menghubungkan Kelapa Gading-Velodrome di Kayu Putih, Jakarta Timur, mengalami roboh konstruksi. Akibatnya, lima orang terluka akibat tertimpa reruntuhan proyek tersebut.

Namun nasib tak beruntung dialami oleh empat pekerja saat crane pengangkut beton proyek Double Double Track (DDT) di Jatinegara, Jakarta Timur, yang ambruk pada Minggu (4/2/2018). Saat itu para pekerja tengah menaikkan bantalan rel. Bantalan rel seketika jatuh saat sudah berada di atas dan menimpa pekerja yang berada di bawah.

Tiga peristiwa tersebut menambah daftar kecelakaan kerja pada proyek-proyek konstruksi. "Kecelakaan kerja seperti ini sudah sering berulang, seharusnya bisa dihindari jika aspek keselamatan dan keamanan dipenuhi penyedia jasa konstuksi," kata Wakil Ketua Komisi V DPR, Sigit Sosiantomo.

Sesuai dengan pasal 52 UU No.2 tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi (Jaskon), kata Sigit, Penyedia Jasa dan subpenyedia Jasa dalam penyelenggaraan Jasa Konstruksi harus memenuhi Standar Keamanan, Keselamatan, Kesehatan, dan Keberlanjutan.

"Jika tidak, penyedia jasa dapat dikenakan sanksi administratif mulai dari peringatan tertulis, penghentian sementara konstruksi hingga pencabutan ijin sebagaimana diatur dalam pasal 96 UU Jaskon," tukasnya.

Karena kejadian ini kerap berulang kali, Komisi V bersama Kementerian PUPR, khususnya Dirjen Bina Konstruksi akan mengevaluasi terkait sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) pada proyek kontruksi. "Apakah sudah diterapkan, atau baru sebatas sosialisasi saja. Jangan sampai, regulasinya sudah ada, tapi tidak diterapkan," kata Sigit.

Terkait kecelakaan ambruknya konstruksi yang terjadi secara beruntun tersebut, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan, pihaknya akan membentuk Komite Keselamatan Konstruksi.

Ia mengatakan, nantinya Komite Keselamatan Kontruksi akan bertugas layaknya Komite Keamanan Pelayanan Transportasi. "Sekarang PU memiliki Komisi Keamanan Bendungan untuk proses bangunan. Komisi Keamanan Jembatan Panjang dan Terowongan dan nanti akan dibentuk Komisi Keamanan bangunan khusus dan di atasnya ada Komite Keselamatan Konstruksi. Itu kalau ada hal-hal dalam konstruksi ada kecelakaan dia yang maju," terangnya.

Pembentukan komite tersebut, lanjut Basuki, sesuai dengan amanat Undang-Undangan Jasa Kontruksi. Jadi, di dalam komite akan diisi oleh pakar kontruksi dan lainnya.

Terpisah, Badan Pengurus Pusat Gabungan Pelaksana Kontsruksi Indonesia (Gapensi) mengingatkan agar perusahaan pelaksana proyek infrastruktur dan gedung-gedung pencakar langit di Jakarta serius melakukan audit daya tahan konstruksi.

Berdasarkan kajian Gapensi, sebagian besar pelaksana proyek mengabaikan audit daya tahan konstruksi infrastruktur dan bangunan-bangunan besar. "Kita lihat audit daya tahan ini kurang serius dilaksanakan. Ini bahaya," ujar Sekjen Gapensi, H.Andi Rukman Karumpa di Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Dia mengatakan, sejauh ini audit dilakukan hanya berupa audit biaya dan benefit recovery. "Jadi rata-rata hanya menilai dan menguji tingkat biaya dan waktu penyelesaian proyek, tanpa lebih komprehensif pada uji daya tahan, keamanan, keselamatan, serta respons intensitas bencana alam, termasuk gempa," ungkap Andi.

Andi mengatakan, uji dan audit tingkat respons infrastruktur pada intensitas bencana alam sangat penting. Sebab audit ini bertujuan menguji sejauhmana daya tahan konstruksi menghadapi ancaman bencana. "Ini yang kerap diabaikan atau dilupakan. Kita tidak tahu kenapa. Apa masalah efisiensi?," katanya.

Dikatakannya,  Bank Dunia sudah merekomendasikan, dalam Laporan Evaluasi Infrastruktur Global 2017, bahwa setiap proyek infrastruktur diwajibkan melakukan audit konstruksi rutin atau reguler. "Apalagi, infrastruktur pada negara-negara miskin dan berkembang di dunia ketiga yang dicirikan dengan minimnya teknologi dan pemahaman baik atas berbagai potensi bencana alam yang ada," paparnya.

Selain diperluas, audit konstruksi juga mesti rutin dilakukan. Terlebih lagi berbagai proyek dan bangunan bertingkat berada di wilayah ring of fire yang memiliki peluang bencana alam yang sangat tinggi. "Kita lihat kemarin ada gempa lagi di Jakarta. Sedangkan audit bangunan-bangunan di Jakarta sangat minim," imbuh Andi.

Andi mengatakan, pembangunan infrastruktur di era pemerintahan Jokowi-JK paling agresif selama republik berdiri. Hanya dalam hampir empat tahun Jokowi-JK mampu membangun hampir 15 kali panjang infrastruktur yang dibangun pada era pemerintahan sebelumnya.

Gencarnya pembangunan tersebut tidak boleh diperlambat hanya karena satu atau dua insiden. Sebab program tersebut telah direspons positif oleh dunia usaha baik investasi nasional dan asing.

Tercatat, terjadi kenaikan minat investasi asing di Indonesia mencapai rata-rata 23 persen, pascapemerintah membangun infrastruktur yang masif dan merata di hampir seluruh Indonesia.

Hanya saja, Gapensi meminta agar semua proyek diawasi secara ketat dengan melakukan audit terstruktur, terencana serta meluas ke audit daya tahan konstruksi infrastruktur. "Perlu diperluas ke uji kekuatan, keamanan, dan keselamatan infrastruktur secara rutin," katanya.

Sejauh ini tercatat ada 10 proyek konstruksi yang mengalami kegagalan di seluruh Indonesia, yakni;

1. Crane Pengangkut Beton Proyek DDT di Matraman, Jakarta Timur Roboh,  Minggu (4/2/2018).

Crane pengangkut beton proyek Double Double Track (DDT) di Jalan Matraman Raya, Jatinegara, ambruk, Minggu (4/2/2018) pagi. Empat pekerja tewas, sementara sejumlah pekerja lainnya luka-luka. Korban tewas, yakni Jainuddin (40) warga Karawang, Dami Prasetyo (25) warga Purworejo, Jana Sutisna (44) asal Bandung, dan Joni (35) yang belum diketahui pasti identitasnya.

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Pada saat itu, kelima orang pekerja sedang menaikkan bantalan rel dengan menggunakan crane. Saat bantalan rel sudah di atas, dudukannya ternyata tidak pas, sehingga bantalan rel jatuh menimpa korban.

Dua pekerja tewas di lokasi kejadian, yakni Jaenudin dan Dami Prasetyio. Sementara Jana Sutisna dan Joni masing-masing meninggal di Rumah Sakit Premier Jatinegara dan Rumah Sakit Hermina Jatinegara.

2. Beton Girder Proyek LRT Pulo Gadung, Jakarta Timur Roboh, Senin  (22/1/ 2018).

Konstruksi proyek Light Rapid Transit (LRT) di Jalan Kayu Raya, Pulo Gadung, Jakarta Timur, roboh, Senin (22/1/2018) dini hari. Lima pekerja proyek transportasi massal yang dikerjakan sejak pertengahan tahun 2016 itu terluka.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta merilis, peristiwa ambruknya girder beton LRT terjadi sekitar pukul 00.20 WIB. Lima korban luka akibat peristiwa tersebut, yakni Rois Julianto (27), Wahyudi (18), Abdul Mupit (30), Ahmad Kumaedi (22), dan Jamal. Kelima korban mengalami luka ringan akibat reruntuhan material lain.

3. Beton girder proyek Jalan Tol Depok-Antasari, Jakarta Selatan roboh, Selasa (2/1/2018), pukul 10.00 WIB.

Beton girder ambruk diduga lantaran tersenggol alat berat. Tidak ada korban dalam insiden ini.

4. Crane ambruk di KM 15 Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Kamis (16/11/2017).

Insiden ini mengakibatkan kemacetan di ruas tol Jakarta-Cikampek. Jasa Marga bekerja sama dengan dengan kepolisian memberlakukan rekayasa lalu lintas contraflow di KM14 hingga KM21 arah Cikampek.

5. Beton proyek Light Rail Transit ( LRT) jatuh di Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, Rabu (15/11/2017).

Beton proyek LRT di Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, jatuh dan menimpa mobil. Saksi mata mengatakan, saat kejadian alat berat yang digunakan tidak mampu mengangkat beton sehingga menyebabkan tali baja putus dan menimpa mobil. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun mobil rusak.

6. Pembatas beton proyek mass rapid transit (MRT) jatuh di Jalan Wijaya II, Jakarta Selatan,  Jumat  (3/11/ 2017).

Kejadian bermula saat kontraktor hendak memasang Overhead Cetenary System (OCS) Parapet seberat 3 ton dengan crane truck. Akan tetapi, ketika proses pemasangan, tiba-tiba crane berkapasitas 10 ton tersebut tidak beroperasi dengan stabil, hingga akhirnya OCS parapet jatuh. Beruntung, sebelum jatuh ke jalan, OCS parapet sempat tertahan crane.

OCS parapet menimpa kendaraan bermotor roda dua yang sedang melaju. Pengendara sepeda motor mengalami luka ringan dan segera dilarikan ke RS Pertamina.

7. Konstruksi tol Pasuruan-Probolinggo  di Desa Curukgondang, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, roboh, Minggu (29/10/2017) pagi.

Pembangunan jalan tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) memakan korban. Satu pekerja tewas dan dua lainnya luka serius akibat konstruksi jembatan di Stasiun 4 Desa Cukurgondang, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, roboh, Minggu (29/10/2017) pukul 09.45 WIB.

Robohnya girder ini juga menghantam dua unit sepeda motor milik pekerja. Reruntuhan konstruksi juga menghancurkan satu unit mobil pikap dan satu unit truk tronton milik perusahaan konstruksi.

8. Tiang proyek konstruksi Light Rail Transit (LRT) menimpa rumah warga, Selasa (17/10/2017).

Tiang proyek LRT menimpa dua rumah warga di Jalan Kelapa Nias Raya, Blok PA 3, No 02, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Bagian konstruksi itu merupakan penyambung untuk infrastruktur LRT koridor Kelapa Gading.

Insiden itu terjadi Selasa (17/10/2017) sekitar pukul 01.50 WIB, tepatnya samping Masjid Al Musyawaroh, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Tiga warga luka akibat kejadian ini.

9. Jembatan overpass Tol Bocimi di Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, ambruk, Jumat (22/9/2017).

Seorang pekerja proyek pembangunan jembatan overpass Tol Bocimi tewas tertimpa runtuhan cor beton badan jembatan. Dua pekerja lainnya luka-luka. Peristiwa itu terjadi di lokasi proyek Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), persisnya di Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.
 

10. Dua pekerja proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) di Palembang, Sumatera Selatan  tewas, terjatuh dari tiang penyangga proyek, Jumat (4/8/2017).

Dua pekerja proyel LRT tewas seketika usai terjatuh dari tiang penyangga LRT yang menjadi pijakannya dalam bekerja. Kecelakaan kerja ini  terjadi di zona Jalan Demang Lebar Daun Kecamatan IT I Palembang.

Berdasarkan informasi, dua pekerja asal Cirebon, Jawa Barat itu sedang bekerja menyambut dinding parapet dari bawah dengan menggunakan derek. Namun saat mereka memegang dinding parapet, tiba-tiba dinding parapet dimaksud jatuh dan mereka juga ikut jatuh. Kontruksi LRT Palembang ini dikerjakan sejak akhir 2016 untuk mendukung pelaksanaan Asian Games XVIII/2018.