Obat Demam Ternyata Bisa Sembuhkan Impotensi

Aspirin dapat menjadi pengobatan alternatif baru untuk pria yang menderita disfungsi ereksi atau impotensi jenis vaskulogenik karena gangguan pada pembuluh darah penis

Obat Demam Ternyata Bisa Sembuhkan Impotensi

Aspirin yang Dipercaya Bisa Mengatasi Disfungsi Ereksi

Turki, BerlimaNews – Ilmuwan dari Medipol University Hospital, Turki mengungkapkan bahwa obat demam Aspirin bisa membantu mengatasi masalah kejantanan pria. Dua peneliti Zeki Bayraktar dan Selami Albayrak, menyebut jika Aspirin dapat menjadi pengobatan alternatif baru untuk pria yang menderita disfungsi ereksi atau impotensi jenis vaskulogenik karena gangguan pada pembuluh darah penis.

Menurut Zeki sejumlah penelitian terbaru menunjukkan adanya hubungan antara jumlah trombosit (darah merah) yang tinggi dan disfungsi ereksi vaskulogenik, di mana hingga kini tidak ada penelitian yang mencoba meneliti khasiat terapi antiplatelet yang terdapat pada Aspirin. "Trombosit besar secara metabolik dan enzimatik lebih aktif daripada trombosit kecil dan menghasilkan lebih banyak tromboksan, yang dikenal sebagai agen vasokonstriktor yang paling manjur," kata Zeki, seperti dikutip situs Sputniknews, Sabtu, (10/02/2018).

Kedua peneliti ini kemudian mengumpulkan 184 pria dengan usia rata-rata 48,3 dan 47,7 tahun sebagai bagian dari penelitian. Mereka lalu dibagi menjadi dua kelompok, di mana selama enam minggu anggota satu kelompok menerima Aspirin dengan dosis 100 mg per hari, sementara anggota kelompok lainnya menerima plasebo atau obat kosong.

Di akhir penelitian, pria yang tergabung dalam kelompok 'Aspirin' menunjukkan peningkatan drastis pada fungsi ereksi mereka dengan 78,3 persen di antaranya melaporkan bahwa mereka dapat melakukan hubungan seksual yang sukses dibandingkan sebelum perawatan yang hanya 31,6 persen. "Aspirin adalah pilihan terapeutik yang efektif dan aman untuk pasien dengan volume rata-rata trombosit atau MPV yang tinggi," papar Selami, melanjutkan.

Impotensi atau disfungsi ereksi menyebabkan seseorang tidak mampu ereksi maupun mempertahankan ereksi penis, sehingga kegiatan seksual terhambat. Pada umumnya, kaum laki-laki yang telah berusia lanjut sering mengalami gangguan tersebut. Namun perlu diingat bahwa tidak semua laki-laki yang telah berumur akan mengalami hambatan seksual itu.

Dalam sebuah studi yang dilakukan Journal of Sexual Medicine pada Juli 2013 menunjukkan bahwa impotensi terjadi lebih umum di antara pria yang lebih muda daripada yang diperkirakan sebelumnya. Para peneliti menemukan bahwa impotensi mempengaruhi 26 persen laki-laki dewasa di bawah usia 40 tahun. Penyebab impotensi di antaranya sering mengonsumsi alkohol, memakai obat-obatan tertentu, merokok, menggunakan obat penumbuh rambut, dan depresi.