Begini Cerita Neneng Simpan Mayat Suami dan Anaknya Bertahun-tahun Hingga Menjadi Kerangka

Bertahun-tahun warga di RT 07 RW 17 gang Nusa Indah 6 kelurahan Melong, Kota Cimahi, selalu mencium bau tak sedap di lingkungannya. Belakangan terungkap bahwa bau tersebut berasal dari rumah Neneng Hatidjah (76), yang menyimpan dua mayat di rumahnya.

Begini Cerita Neneng Simpan Mayat Suami dan Anaknya Bertahun-tahun Hingga Menjadi Kerangka

Bertahun-tahun Neneng simpan mayat suami dan anaknya hingga menjadi kerangka. (istimewa)

Cimahi, BerlimaNews - Bertahun-tahun warga di RT 07 RW 17 gang Nusa Indah 6 kelurahan Melong, Kota Cimahi, selalu mencium bau tak sedap di lingkungannya. Belakangan terungkap bahwa bau tersebut berasal dari rumah Neneng Hatidjah (76), yang menyimpan dua mayat di rumahnya.

Kedua mayat tersebut sudah menjadi kerangka saat ditemukan di ruangan tengah rumah dengan posisi berbeda, satu berada di atas sofa sementara yang satu lagi di lantai dengan posisi terlentang. Dari hasil identifikasi Tim Inafis Polres Cimahi dan Polsek Cimahi Selatan, kedua kerangka tersebut merupakan penghuni rumah, yaitu Nanung Sobana berusia 84 tahun dan anaknya Hera Sari Herawati berusia 50 tahun.

Kedua kerangka manusia ini pertama kali ditemukan oleh tim medis Puskesmas Melong. Sebelumnya, tim medis mendatangi rumah kediaman Neneng Hatidjah untuk melakukan pendataan keluarga kesehatan masyarakat. Namun, tim medis sempat ditolak masuk oleh Neneng Hatidjah dengan alasan ada yang sakit.

Tim medis tidak percaya begitu saja karena sudah berulang kali ditolak Neneng. Mereka akhirnya memaksa masuk. Tim medis kemudian menemukan kedua kerangka tubuh manusia ditutupi selimut. Mereka selanjutnya kemudian melaporkan peristiwa itu ke aparat kepolisian.

"Kami menerima laporan dari pegawai puskemas, tentang penemuan mayat di rumah di Blok 6 Kelurahan Melong ini. setelah kami cek, ternyata memang benar ada ditemukan dua mayat di dalam rumah yang sudah berbentuk kerangka. Satunya atas nama Nanung Sobana dan satu lagi atas nama Herawati," kata Kapolsek Cimahi Selatan AKP Sutarman.

AKP Sutarman memaparkan, informasi yang diperoleh dari Neneng Hatidjah, korban Nanung Sobana meninggal sekitar akhir Desember 2017. Sementara anaknya Hera Sari Herawati meninggal pada Januari 2016. Namun melihat tubuh manusia sudah menjadi kerangka, diduga korban tewas sudah lebih dari setahun.

Berdasarkan pemeriksaan polisi, Neneng mengaku menyimpan mayat suami dan anaknya hingga menjadi kerangka karena mendapat petujuk setelah melaksanakan salat Tahajud selama 40 hari. Selama dua tahun kematian keduanya, Neneng memperlakukan kedua jenazah tersebut layaknya orang yang masih hidup. "Dia rawat sebagaimana biasa seperti orang tidur. Dikasih selimut, diganti selimut," kata Sutarman.

Kepada polisi Neneng juga mengaku, sengaja menyimpan jenazah anaknya hingga menjadi kerangka selama satu tahun karena wasiat dari anaknya yang meninggal, Hera Sri Herawati.

"Neneng ini menyimpan mayat sampai jadi kerangka karena wasiat dari anaknya yang meninggal. Ia mewasiatkan kalau dia meninggal jangan dimakamkan. Anaknya ini meninggal pada Januari 2016. Jadi selisih 11 bulan dengan orang tuanya," paparnya.

Dari keterangan Neneng, polisi juga mendapatkan informasi bahwa penolakan pemakaman itu terjadi sebelum suami dan anaknya itu meninggal. Menurut Neneng, awalnya ia bersama anaknya Herawati melakukan salat Tahajud selama 40 hari.

Usai melaksanakan salat Tahajud itu, Neneng mengaku mendapatkan sebuah bisikan yang disebutnya sebagai hidayah agar tidak memakamkan anggota keluarganya seusai meninggal, karena akan bangkit kembali suatu saat.

Selain Neneng, pihak kepolisian juga sudah meminta keterangan salah seorang kerabat Neneng yang tinggal di dekat lokasi penemuan mayat tersebut. Lilik, saudara ipar Neneng itu menyatakan bahwa dirinya mengetahui Neneng menyimpan kedua jenazah di rumah itu.

"Sama dengan apa yg dijelaskan ibu Neneng. Memang dia mengetahui bahwa tidak dimakamkan. Dia mengetahui dari cerita itu ibu Neneng. Bahkan saat meninggal ikut membaringkan di ruang tamu. Namun, pak Lilik tidak berani melaporkan hal itu karena perintah dari ibu Neneng," ujar Sutaraman.

Pihak kepolisian hingga kini masih memeriksakan kondisi kejiwaan Neneng di sebuh rumah sakit di Bandung, Jawa Barat. Jika pihak rumah sakit menyimpulkan kondisi Neneng dalam keadaan normal pihak kepolisian akan melanjutkan pemeriksaan tersebut.

Sebelumnya diberitakan, warga di kawasan Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat digemparkan dengan penemuan dua kerangka manusia di dalam rumah.

Dua kerangka manusia yang ternyata ayah dan anak itu ditemukan di ruangan tengah rumah dengan posisi berbeda. Satu kerangka berada di atas dipan sementara yang satu lagi di lantai dengan alan kasur dengan posisi telentang.

Kedua kerangka manusia yang ditutupi kain sarung itu berada dalam kondisi utuh. Dari hasil identifikasi Tim Inafis Polres Cimahi kedua kerangka tersebut bernama Nanung Sobana dan anaknya, Hera Sari Herawati.