Diblokir di Play Store, Aplikasi LGBT Blued Masih Bisa Dibuka di iOS

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menyatakan telah menghapus aplikasi Blued dari Google Play Store. Blued sendiri merupakan aplikasi bagi komunitas lesbian, gay biseksual, dan transgender (LGBT).

Diblokir di Play Store, Aplikasi LGBT Blued Masih Bisa Dibuka di iOS

Aplikasi Blued masih bisa dibuka di iOS. (istimewa)

Jakarta, BerlimaNews - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menyatakan telah menghapus aplikasi Blued dari Google Play Store. Blued sendiri merupakan aplikasi bagi komunitas lesbian, gay biseksual, dan transgender (LGBT).

Langkah itu dilakukan Google pada Ahad 28 Januari kemarin. "Sudah tidak muncul lagi," jelas Plt Kepala Humas Kemkominfo, Noor Izza saat konferensi pers di Gedung Kemkominfo, Jakarta.

Dikatakannya, jauh sebelum itu, pihak Kemkominfo sudah melakukan pemblokiran. Namun dari sisi situsnya, bukan aplikasinya. Pemblokiran itu dilakukan pada 12 Oktober 2017. Diklaimnya, 5 DNS saat itu telah diblokir.

Kemudian, karena tak ingin kecele akibat ulah Blued, pihaknya melaporkan kepada Google Indonesia untuk menurunkan aplikasi yang meresahkan itu di Google Play Store. Pasalnya, Blued kerap berganti-ganti DNS.

Kemkominfo mengirimkan permintaan kepada Google pada 15 Januari 2018 untuk melakukan take down atau penghentian 73 aplikasi berkenaan dengan LGBT dari Google Play Store dan melakukan pemblokiran 15 domain name system (DNS) dari 15 Aplikasi LGBT yang ada pada Google Play Store. Noor menuturkan Kemkominfo meminta Google menutup Blued disertai dengan tangkapan layar konten negatif.

Sebelumnya, sebanyak sembilan DNS yang dimiliki Blued telah diblokir dan pada 22-24 Januari 2018, satu DNS situs dan satu DNS aplikasi Blued telah diblokir. Selanjutnya pada 25 Januari 2018, tiga IP address dari situs dan aplikasi berisi pelanggaran nilai dan norma sosial budaya yang digunakan penggunanya untuk menyebarkan konten pornografi itu telah ditutup.

Noor mengatakan dari 73 aplikasi yang berkaitan dengan LGBT, kini sebanyak 14 aplikasi sudah ditutup oleh Google Play Store Indonesia. Sejauh ini baru Google Play Store yang menutup aplikasi Blued, sementara toko aplikasi untuk iOS belum.

Aplikasi Blued juga masih bisa diakses melalui Apps Store milik Apple. Noor Iza berkilah bahwa aplikasi yang berjalan di sistem operasi iOS itu juga seharusnya diblokir.

"Saya belum tahu, seharusnya kan disurati juga itu Apps Store. Kalau di Android sudah tidak bisa diakses, harusnya di iOS juga tidak. Nanti kita tindaklanjuti lagi," katanya.

Selama Januari 2018, tutur Noor, dari hasil penelusuran dan pengaduan masyarakat, sejumlah 169 situs LGBT yang bermuatan asusila doblokir serta sebanyak 72.407 konten asusila pornografi ditangani dalam kurun Januari 2018.