Kunjungi Istana Panda, Menteri LHK Sangat Bangga

Siti Nurbaya mengaku sangat mengagumi Istana Panda Indonesia yang memiliki kandang panda berukuran 5.000 meter persegi berisi hutan alam hijau yang mempresentasikan kondisi alam asli panda

Kunjungi Istana Panda, Menteri LHK Sangat Bangga

Menteri LHK Siti Nurbaya Saat Mengunjungi Istana Panda di Bogor, Jawa Barat

Bogor, BerlimaNews - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI, Siti Nurbaya Bakar berkesempatan mengunjungi Istana Panda Indonesia yang tersdapat di area Taman Safari Cisarua, Bogor, Sabtu (27/01/2018). Dalam kunjungannya, Siti mengaku bangga atas keberadaan tempat wisata yang dibuka pada November 2017 lalu tersebut. "Ini mungkin yang terbaik di dunia dan untuk pertama kalinya. Sangat membangakan," ujar Siti.

Siti Nurbaya mengaku sangat mengagumi Istana Panda Indonesia yang memiliki kandang panda berukuran 5.000 meter persegi berisi hutan alam hijau yang mempresentasikan kondisi alam asli panda. Siti juga mengagumi tempat wisata yang memiliki ciri khas bangunan bernuansa Tiongkok itu. "Istana panda ini merupakan cerminan dari upaya dan langkah konservasi di Indonesia yang benilai sangat tinggi," kata Siti.

Istana Panda Indonesia berdiri pada ketinggian hampir 1.800 di atas permukaan laut. Dalam kandang itu, dihuni  sepasang giant panda, yakni Huchun dan Cai Tao. Kedua satwa langka dunia itu yang didatangkan langsung dari Cina pada November 2017 lalu. Kunjungan Menteri LHK itu didampingi Direktur TamanSafari Indonesia (TSI), Jansen Manansang. Siti tak hanya melihat dari dekat kehidupan sepasang panda. Namun, ia juga melihat koleksi satwa lainnya di TSI, seperti Panda Merah,Takin, sefrta berbagai jenis burung.

Kepala Humas TSI, Yulius Suprihardo mengatakan, Menteri LHK lalu melanjutkan perjalannya mengelilingi TSI yang berada di kawasan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Siti berkeliling untuk melihat dari dekat kehidupan satwa satwa liar di alam danlingkungan yang asri di tempat wisata itu.

Ia berharap, setelah adanya kunjungan Menteri LHK tersebut, masyarakat dapat teredukasi mengenai pelestarian satwa. "Kita berharap masyarakat dapat lebih mengenal satwa endemik maupun eksotik, dan masyarakat teredukasi terhadap pelestarian satwa dan lingkungan," ujar Yulius dalam siaran persnya, Minggu (28/01/2018).