`Main Threesome`, Istri Jual Suami Lewat Prostitusi Online

Kasus prostitusi online kembali mencuat. Di Surabaya, seorang istri memasarkan suaminya secara online, dan tak segan untuk melakukan `Threesome`.

`Main Threesome`, Istri Jual Suami Lewat Prostitusi Online

Ilustrasi (ist)

Surabaya, BerlimaNews - Kasus prostitusi online kembali mencuat. Di Surabaya, seorang istri memasarkan suaminya secara online, dan tak segan untuk melakukan `Threesome`.

Kasus tersebut terungkap setelah Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya menggerebek sebuah kamar di Hotel Sparkling, Jalan Kayoon, Surabaya.

Dalam penggerebekan itu, petugas mendapati VR, bersama suaminya, Reza Rizki, sedang melayani seorang lelaki pelanggannya. Oleh polisi, VR, Warga Jalan Tambak Wedi Baru Surabaya, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

"Suami-istri ini sama-sama melayani seorang lelaki pelanggannya, atau yang lebih dikenal dengan istilah `threesome`," kata Kepala Polrestabes Surabaya Komisaris Besar Polisi Rudi Setiawan, dalam jumpa pers di Surabaya, Selasa (23/1/2018).

Dalam kasus ini polisi menyebut Reza Rizki, usia 24 tahun, sebagai korban dan hanya menetapkan VR sebagai tersangka, karena perempuan berusia 20 tahun inilah yang selama ini menjalankan bisnis prostitusi via daring tersebut.

Polisi menyebut VR menawarkan jasa prostitusi melalui sebuah akun Facebook yang beranggotakan 11 ribu orang. Di akun Facebook itu VR menawarkan jasa `Threesome` dengan membandrol harga antara Rp300 hingga 500 ribu.

Dalam penggerebekan di Hotel Sparkling, polisi mengamankan barang bukti berupa satu lembar tanda bukti pemesanan kamar hotel, uang tunai Rp500 ribu, sebuah telepon merek Polytron, sebuah telepon seluler merek `SPC` dan fotokopi surat nikah atas nama tersangka dan korban," ujar Rudi.

Kepada polisi, VR berdalih terpaksa menjalankan bisnis prostitusi dengan mengajak suaminya karena alasan himpitan ekonomi. "Dia bersama suaminya mengaku baru empat kali melayani pelanggan," ucap Rudi.

Polisi menjeratnya dengan Pasal 2 Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Penjualan Orang, serta Pasal 296 Kitab Undang-undang Hukum Pidana, dan terancam hukuman satu tahun empat bulan penjara.