Garda 212 Sebut Prabowo tidak Minta Mahar Tapi Ajukan 3 Syarat

Ustadz Sambo menyayangkan sikap La Nyalla yang bernyanyi di media tentang permintaan uang tersebut

Garda 212 Sebut Prabowo tidak Minta Mahar Tapi Ajukan 3 Syarat

Ketua Umum DPP Garda 212 Ustadz Ansufri Idrus Sambo

Jakarta, BerlimaNews - Mahar politik yang konon diminta Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto oleh La Nyalla Mattalitti yang belakangan menjadi kontroversi dipastikan Garda 212, Prabowo tidak pernah meminta uang mahar politik pada calon yang akan diusung Gerindra.   Ketua Umum DPP Garda 212 Ustadz Ansufri Idrus Sambo mengatakan dirinya termasuk yang mengalami sendiri Prabowo dan Gerindra tidak minta uang mahar. "Tidak ada mahar. Bahkan saya, termasuk SK yang paling cepat, tanggal 8 Agustus 2017 bagi saudara saya yang di Aceh, karena saya bisa penuhi keinginan pak Prabowo," kata Ustadz Sambo, Sabtu (13/01/2018).

Ustadz Sambo menyayangkan sikap La Nyalla yang bernyanyi di media tentang permintaan uang tersebut. Bagi Sambo, setiap agenda pemilu baik pilkada maupun pilpres pasti memerlukan biaya besar dan itu harus ditanggung bersama. Ustadz Sambo mengaku telah bertemu langsung dengan Prabowo Subianto dan memastikan Prabowo tidak pernah memberikan syarat mahar politik. 

Memang, kata dia, ada tiga syarat yang diajukan Prabowo jika ingin maju dalam pilgub atau pemilihan kepala daerah tingkat kota/kabupaten. Pertama, kata Sambo, Prabowo akan bertanya tentang kesiapan keuangan partai. Jika cukup maka partai bisa mengusung calon. Sebaliknya, jika tidak maka tidak bisa bertarung. "Orang yang maju pasti harus punya cukup dana karena itu faktanya," ujar Ustaz Sambo.

Kedua, terkait dengan elektabilitas. Prabowo, jelas Sambo, akan menanyakan apakah calon itu kuat akan berpotensi menang atau tidak. "Elektabilitas harus cukup untuk menang, makanya ketika mengusulkan nama, Garda 212 ikut bikin survei dulu, dari situ akan disampaikan peluang menangnya," jelas dia.

Terakhir, Prabowo juga akan menanyakan apabila yang diusung menang dapatkah membawa dirinya menjadi presiden. Oleh karena itu, Ustadz Sambo menegaskan tidak ada kata mahar pada apa yang telah diucapkan dalam pencalonan La Nyalla di Jatim. Bagi dia, Rp 40 miliar itu terlalu sedikit. Ia juga menyampaikan alasan mengapa Prabowo ingin dana yang cukup, karena Prabowo ingin fokus pada pemenangan, bukan malah lelah mencari uang.

La Nyalla mengaku diminta uang ratusan miliar rupiah yang dikiranya becanda. Ternyata, itu serius. Mantan ketua umum PSSI ini tak memenuhi permintaan itu yang kemudian pencalonannya sebagai cagub Jatim pun dibatalkan. Permintaan uang itu, menurut La Nyalla, disampaikan Prabowo pada Sabtu (10/12/2017) di Hambalang, Bogor, saat Gerindra mengumumkan Sudrajat sebagai calon gubernur pada Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018. Uang itu harus diserahkan paling telat tanggal 20 Desember 2018. "Kalau tidak saya tidak akan mendapat rekomendasi," kata La Nyalla, Kamis (11/01/2018).

La Nyalla mendapat mandat sebagai cagub Jatim pada 11 Desember di mana surat itu berlaku 10 hari. Dalam perjalanannya, La Nyalla gagal mendapat partai koalisi dan cawagub pendampingnya. Sempat muncul wacana menyandingkannya dengan Anang Hermansyah, namun akhirnya kandas di tengah jalan.