Silaturahim dengan Aktivis se-Bandung Raya, Sudrajat Janji Lindungi Minoritas

Lima Kriteria Jadi Pemimpin di Jawa Barat, yaitu Nyunda, Nyantri, Nyakola, Nyantika, dan Nyatria

Silaturahim dengan Aktivis se-Bandung Raya, Sudrajat Janji Lindungi Minoritas

Calon Gubernur Jawa Barat Sudrajat di Tengah Para Akttivis Bandung Raya

Bandung, BerlimaNews - Bakal Calon Gubernur Jawa Barat Mayjen TNI (Purn) Sudrajat bersilaturahmi dengan para aktivis se-Bandung Raya dari lintas kampus, lintas generasi, dan lintas sub ideologis guna meminta saran terkait keinginan masyarakat Jawa Barat, Sabtu (13/01/2018). "Sekarang saya mengobrol bersama gerakan aktivis Bandung Raya, dan beragam tokoh koboy Bandung lainnya, dengan berbagai Sub-Ideologis," ujar Sudrajat.

Di rumah bercat putih yang berlokasi di Jl. Kebon Waru Selatan nomor 16, purnawirawan Jenderal TNI Bintang dua itu berdiskusi untuk meminta saran hal apa saja yang harus dia lakukan agar sesuai keinginan masyarakat Jawa Barat. Menurutnya, jika sehati dengan masyarakat maka dia akan bisa menciptakan Jawa Barat yang lebih maju, aman, dan sejahtera.

Sudrajat juga menyinggung soal lima kriteria menjadi pemimpin Jawa Barat. Lima poin tersebut antara lain Nyunda, Nyantri, Nyakola, Nyantika, dan Nyatria. "Ya lebih spesifik masyarakat Jawa Barat butuhnya seperti apa sih, dan jelas masyarakat itu kan sebagian besar orang Sunda jadi Nyunda itu kayak gimana, nyantri, nyakola, nyantika, dan nyatria itu kayak gimana," jelas cagub dengan cawagub Ahmad Syaikhu.

Sudrajat mencontohkan definisi salah satu kriteria Nyantri, dituturkannya Nyantri bagi pemimpin ialah jangan sampai mengucilkan minoritas agama lain yang ada di Jabar. Namun justru ikut melindungi minoritas agar bisa merasa aman dan tentram. "Saya tekankan Islami di Jawa Barat ini tidak akan menakutkan golongan minoritas. Kita akan betul-betul melindungi dan mengamankan teman-teman kita yang bukan Islam, jangan punya prasangka yang buruk terhadap nilai-nilai Islam yang ada di Sunda ini," paparnya.

Sudrajat juga berkeyakinan pelaksanaan Pilkada di Jawa Barat tidak akan seperti Pilkada DKI Jakarta lalu yang sempat diramaikan oleh isu SARA. Kehadiran Kang Ajat sapaan akrab  bagi Sudrajat, sebagai calon Gubernur jabar diminta  sama Prabowo dan kemudian feed and  profertice oleh DPP Gerindra dan PKS dan tidak ada mahar-maharan. 

Selain itu Kang Ajat menekankan dalam pencalonannya ini tidak melakukan Politik Uang (Money Politic). Sudrajat juga mengingatkan Masyarakat Jawa Barat jangan mau menerima uang 50 ribuan lalu menggadaikan kepentingan 5 tahun ke depan.