Ditangkap KPK, Fredrich Yunadi: Saya `Dibumihanguskan`

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi. Ia ditahan selama 20 hari pertama di rumah tahanan (rutan) Jakarta Timur klas I cabang gedung KPK.

Ditangkap KPK, Fredrich Yunadi: Saya `Dibumihanguskan`

Fredrich Yunadi ditangkap KPK. (istimewa)

Jakarta, BerlimaNews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi.  Ia ditahan selama 20 hari pertama di rumah tahanan (rutan) Jakarta Timur klas I cabang gedung KPK.

Fredrich tiba di gedung KPK pada Sabtu (13/1/2018) dini hari sekitar pukul 00.08 WIB dengan dikawal oleh penyidik KPK. Ia tampak mengenakan kaos hitam, celana jeans dan sepatu hitam dengan hanya membawa secarik kertas turun dari mobil petugas KPK.

"Saya sebagai seorang advokat melakukan tugas dan kewajiban saya membela Pak Setya Novanto, saya difitnah katanya melakukan pelanggaran," kata Fredrich yang sudah mengenakan rompi tahanan warna oranye saat keluar gedung KPK.

Fredrich mengaku bahwa ia merasa "dibumihanguskan" oleh KPK. "Namun sekarang saya dibumihanguskan, adalah suatu pekerjaan yang diperkirakan ingin menghabiskan profesi advokat," kata Fredrich, seperti dikutip Antara.

"Hari ini saya diperlakukan oleh KPK berarti semua advokat akan diperlakukan hal yang sama dan ini akan diikuti oleh kepolisian maupun jaksa. Jadi advokat sedikit-sedikit disebut menghalangi," ungkapnya.

Ia pun mengaku mendapat laporan bahwa ada salah seorang anak buahnya yang mendapat ancaman saat KPK melakukan penggeledahan di kantornya pada Kamis (11/1).

"Anak buah saya mengirim foto ada orang KPK melakukan penggeledahan, anak buah saya cewek dapat ancaman katanya `kamu menghambat penyidikan, kamu bisa dijerat pasal 21`," cerita Fredrich.

Fredrich dengan tegas membantah melakukan skenario untuk menghalangi penyidikan Setnov dalam kasus e-KTP. "Sama sekali tidak ada, buktikan, itu permainan. Tidak ada itu sesuatu hal rangkaian itu namanya skenario ingin membumihanguskan, bohong semua," ungkap Fredrich.

Ia mempertanyakan penangkapan terhadap dirinya. "Yang jelas satu, sekarang ya saya baru tidak memenuhi surat panggilan pertama untuk datang jam 10, tetapi jam 8 (malam) sudah datang untuk paksa dijemput, belum sampai 24 jam. Penangkapan itu kan tidak bisa dilakukan, harus setelah dua kali panggilan, ini satu kali panggilan saja belum selesai," tegas Fredrich.

Fredrich sebelumnya tidak memenuhi panggilan KPK untuk diperiksa sebagai tersangka, Jumat (12/1/2018). Dia bersama dokter RS Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo sedianya hendak diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan menghalangi dan merintangi penyidikan kasus e-KTP dengan tersangka Setya Novanto. Namun, hanya Bimanesh yang memenuhi panggilan. Pada Jumat pukul 22.43 WIB tadi, KPK resmi menahan Bimanesh.

Pihak pengacara Fredrich sebelumnya meminta penundaan pemeriksaan kepada KPK. Alasannya karena mereka sedang mengajukan sidang kode etik profesi atas Fredrich.