Kasus Perkosaan dan Pembunuhan Bocah Zainab yang Memicu Kemarahan Massa

Zainab Ansari, bocah 7 tahun asal Pakistan, diperkosa, dibunuh, dan jasadnya di buang ke tempat pembuangan sampah dalam perjalanannya menuju tempat mengaji.

Kasus Perkosaan dan Pembunuhan Bocah Zainab yang Memicu Kemarahan Massa

Perkosaan dan pembunuhan Zainab memicu demonstrasi seantero Pakistan. (istimewa)

Islamabad, BerlimaNews - Zainab Ansari, bocah 7 tahun asal Pakistan, diperkosa, dibunuh, dan jasadnya di buang ke tempat pembuangan sampah dalam perjalanannya menuju tempat mengaji.

Polisi menemukan jasad bocah malang tersebut pada hari Selasa di sebuah tempat pembuangan sampah, yang berjarak sekitar 2 kilometer dari rumahnya, di Kota Kasur, Pakistan timur. Jasad korban ditemukan empat hari setelah korban dilaporkan hilang.

Sang ayah Zainab menuturkan kesedihannya kehilangan anak gadisnya yang masih cilik itu dalam kondisi mengenaskan. "Dunia rasanya sudah berakhir... saya tak bisa berkata apa-apa," kata Ameen Ansari, sang ayah seperti dikutip dari BBC, Jumat (12/1/2018).

Kasus ini memicu kemarahan warga Pakistan. Pada hari Rabu, demo besar pecah di wilayah Punjab, Pakistan, yang berujung bentrok antara demonstran dengan pasukan polisi. Dua orang tewas saat petugas polisi mengeluarkan tembakan untuk merespons serangan massa terhadap kantor polisi. Warga marah karena polisi dianggap gagal menyelidiki kasus kematian Zainab Ansari.

Kemarahan warga tak semata karena karena kasus yang menimpa Zainab. Selama dua tahun, 12 kasus penculikan dan pemerkosaan anak terjadi di kota Kasur.

Aparat dianggap terkesan membiarkan rentetan kasus pemerkosaan anak di kota tersebut, apalagi wajah pria yang membawa Zaenab terpampang jelas dalam rekaman CCTV. Namun sejak gadis kecil itu menghilang, pelaku belum juga tertangkap.

Tahun 2015, aparat pernah mengungkap jaringan perdagangan seks anak di kota Kasur yang disinyalir telah menculik dan melecehkan lebih dari 280 anak sejak tahun 2009. Namun hingga kini, diduga masih ada anggota jaringan itu yang bebas berkeliaran.

Bahkan, keluarga para korban mengaku mendapat ancaman yang menyebutkan pelaku menjual gambar serta video pelecehan terhadap anak-anak mereka. Fakta inilah yang mendorong warga kota Kasur turun ke jalan serta menutup toko-toko mereka.

Menurut keluarga korban, polisi Pakistan tidak banyak melakukan upaya pencarian terkait. Justru kerabat keluarganyalah yang berhasil menemukan rekaman CCTV yang memperlihatkan pergerakan Zainab sebelum akhirnya hilang.

"Tidak ada hasil apa pun yang diberikan oleh polisi," ujar sang ayah, sesaat setelah ketibaan dininya di ibu kota Islamabad setelah menjalankan ibadah umrah di Arab Saudi.  

"Saya seharusnya tidak pergi umroh. Saya seharusnya menjaga Zainab," lanjutnya seraya menahan isak tangis.

Gerakan untuk menuntut keadilan bagi Zainab juga terjadi di kota utama di Pakistan seperti Karachi dan Lahor. Para aktivis yang melakukan rally mendesak agar aparat meringkus pelaku pemerkosaan dan pembunuhan terhadap gadis kecil berusia tujuh tahun tersebut.

Media sosial pun dibanjiri ungkapan keprihatian netizen terhadap kasus pembunuhan Zainab. Tanda pagar (tagar) #Justice ForZainab bahkan menjadi salah satu trending topic dalam dua hari belakangan.

Peraih nobel perdamaian 2014 asal Pakistan, Malala Yousafzai yang menyatakan bahwa `hatinya hancur` mengingat tragedi Zainab. Seperti Malala, netizen lainnya juga menuntut tindakan tegas atas pembunuh Zainab.