Diperiksa Sebagai Tersangka, Bimanesh Penuhi Panggilan KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo atas dugaan sengaja mencegah, merintangi atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan dugaan tindak pidana korupsi proyek e-KTP atas tersangka Setya Novanto.

Diperiksa Sebagai Tersangka, Bimanesh Penuhi Panggilan KPK

Dokter Bimanesh diperiksa KPK. (ist)

Jakarta, BerlimaNews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo atas dugaan sengaja mencegah, merintangi atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan dugaan tindak pidana korupsi proyek e-KTP atas tersangka Setya Novanto.

Bimanesh sudah terlihat berada di Lobi KPK sekitar pukul 09.30 WIB tadi. Ia mengenakan baju kemeja putih bergaris. "Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai tersangka dalam kasus tersebut," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Jumat (12/1/2018).

Dokter spesialis penyakit dalam, konsultan ginjal, dan hipertensi di RS Medika Permata Hijau itu sudah mendatangi gedung KPK untuk menjalani pemeriksan pertama sejak ditetapkan sebagai tersangka Rabu 10 Januari lalu.

Selain Bimanesh, KPK juga dijadwalkan memanggil adovakat Fredrich Yunadi yang juga mantan kuasa hukum Setya Novanto untuk diperiksa sebagai tersangka dalam kasus itu.

Fredrich belum terlihat hingga pukul 10.00 WIB. Sementara itu, Ketua Tim Hukum DPN Peradi yang menangani perkara Fredrich, Sapriyanto Refa, juga sudah tiba di KPK. Namun, dia enggan mengonfirmasi apakah Fredrich akan datang. "Nanti dulu saya ke atas," kata dia sembari masuk ke lobi KPK.

KPK sebelumnya mengungkapkan adanya dugaan persekongkolan antara Fredrich dengan dokter RS Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo. Dalam kasus ini, Fredrich dan Bimanesh sudah ditetapkan sebagai tersangka. Fredrich dan Bimanesh terancama pidana maksimal 12 tahun dan denda paling banyak Rp600 juta.

Kasus ini bermula saat Novanto berkali-kali mangkir dari panggilan KPK baik sebagai saksi maupun tersangka. Pada 15 November 2017, tim KPK mendatangi rumah Novanto di Jalan Wijaya, Kebayoran Baru untuk melakukan penangkapan. Namun, tim tidak menemukan Novanto.

16 November 2017, KPK memasukkan Novanto dalam daftar pencarian orang (DPO). Novanto kemudian muncul dalam wawancara via telepon di sebuah televisi swasta dan mengaku akan datang ke KPK. Tak berselang lama, Novanto mengalami kecelakaan dan dibawa ke RS Medika Permata Hijau. Menurut KPK, Novanto langsung masuk ke ruang rawat inap kelas VIP dan bukan ke unit gawat darurat.

Sebelum kecelakaan, Yunadi diduga sudah datang lebih dahulu untuk berkoordinasi dengan pihak rumah sakit. Salah satu dokter di RS tersebut juga mengaku ditelepon seseorang yang diduga pengacara Novanto yang bermaksud perlu menyewa satu lantai RS. Padahal, saat itu belum diketahui Novanto akan dirawat karena sakit apa.