Viral di Dunia Maya, Video Mesum Dua Bocah Ingusan Dipandu Wanita Dewasa

Video mesum yang melibatkan dua bocah di bawah umur dan seorang wanita dewasa menjadi viral di dunia maya. Video berdurasi sejam lebih itu memperlihatkan adegan layak sensor yang dilakukan di sebuah kamar hotel.

Viral di Dunia Maya, Video Mesum Dua Bocah Ingusan Dipandu Wanita Dewasa

Ilustrasi .

Jakarta, BerlimaNews - Video mesum yang melibatkan dua bocah di bawah umur dan seorang wanita dewasa menjadi viral di dunia maya. Video berdurasi sejam lebih itu memperlihatkan adegan layak sensor yang dilakukan di sebuah kamar hotel.

Dalam rekaman terlihat wanita bertato berbicara bahasa sunda yang terdengar sangat jelas. Dia memandu dua bocah untuk beradegan tak senonoh. Sementara video direkam oleh seorang pria, terdengar dari suaranya saat memberi arahan juga kepada dua bocah bawah umur itu.

Tayangan video diawali dengan masuknya wanita ke dalam kamar hotel dengan menggandeng dua anak kecil. Lantas, kedua anak ingusan tersebut disambut dengan camilan dan beberapa botol minuman beralkohol di atas meja ruang tamu. Namun tidak terlihat anak itu meminum minuman keras itu. Hanya terlihat mereka membuka camilan yang diberikan.

Kemudian dua anak itu ditelanjangi dan dimandikan oleh si perempuan sebelum diajak `bercinta`. Terlihat anak tersebut sempat menolak untuk melakukan adegan layak sensor, namun dipaksa oleh si perempuan dan pria dewasa yang merekam video.

Berdasarkan penelusuran sejak Rabu (3/1) siang, hingga malam hari pukul 21.32 WIB, website yang memuat video tersebut masih dapat diakses oleh pengguna internet. Namun, pada Kamis (4/1) dini hari sekitar pukul 00.14 WIB situs itu sudah tidak bisa diakses alias diblokir.

Menanggapi beredarnya konten yang meresahkan masyarakat itu, Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) akhirnya angkat bicara. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Hubungan Masyarakat Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) Noor Iza mengaku belum mendapat informasi video porno anak bawah umur tersebut.  “Saya malah belum dapat info tersebut,” kata Noor Iza, Kamis (4/1).

Pihaknya juga belum mengetahui apakah pemblokiran itu dilakukan oleh Kemenkominfo atau bukan. Sebab diketahui, per tanggal 3 Januari 2018 kemarin, Kemenkominfo baru saja secara resmi mengoperasikan mesin sensor internet yang diberi nama `AIS`.

Mesin tersebut digadang-gadang akan menghalau dan menangkis konten negatif semisal pornografi. Mesin tersebut akan memfilter segala aktifitas di jagat maya yang memuat atau menyajikan konten-konten negatif agar tidak meluas di masyarakat dan berpotensi menjadi masalah.

Mengenai video porno yang memuat wanita dengan dua bocah kecil itu, Kemenkominfo seharusnya bisa menepisnya melalui mesin sensor seharga Rp 211 miliar tersebut. “Nanti kita berikan lagi update-nya. Kita belum tahu apakah pemblokiran tersebut buah dari kerja mesin sensor atau bukan,” pungkas Noor Iza.