Cuaca Buruk, Sejumlah Tempat Wisata Alami Abrasi di Aceh

Lokasi wisata yang mengalami kerusakan parah adalah Pantai Bali di Desa Ladang, dan Pantai Jilbab di Desa Keudai Susoh dan Desa Panjang Baru

Cuaca Buruk, Sejumlah Tempat Wisata Alami Abrasi di Aceh

Pantai Bali di Blangpidie yang Alami Abrasi

BlangPidie, BerlimaNews.com - Akibat cuaca buruk dua pekan terakhir, sejumlah lokasi dan fasilitas pendukung wisata di bibir pantai laut Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), porak poranda  diterjang ombak besar. Peristiwa abrasi pantai (gerusan ombak) yang yang terus terjadi hingga  Selasa (5/12) kemarin, mengakibatkan pengelola objek wisata setempat  menderita kerugian besar. 

Beberapa di antara mereka terancam kehilangan lokasi atau tempat berusaha akibat ‘dimakan’ abrasi yang semakin parah.Panglima Laot Kabupaten Abdya Hasanuddin kepada Serambi, Selasa (5/12/2017) menjelaskan, peristiwa ombak besar yang menerjang kawasan wisata di bibir pantai terjadi selama cuaca buruk, berupa angin kencang dan curah hujan tinggi dalam kurun waktu 15 hari terakhir.

Lokasi wisata yang mengalami kerusakan parah adalah Pantai Bali di Desa Ladang, dan Pantai Jilbab di Desa Keudai Susoh dan Desa Panjang Baru. Abrasi pantai di Kecamatan Susoh juga terjadi di Desa Palak Kerambil dan pantai dekat Kuala Sangkalan, Desa Rubek Meupayong. Peristiwa ombak besar di Pantai Bali telah memporak-porandakan fasilitas pendukung wisata di lokasi tersebut. Misalnya saja kolam pemandian anak-anak milik Ny Ida, berikut pondok-pondok wisata ukuran 2 x 2 meter ambruk dihantam abrasi.

Beberapa pondok wisata (kafe) kecil milik warga lain di lokasi tersebut juga mengalami nasib yang sama. “Pantai yang menjadi tempat renovasi boat pancing telah berubah menjadi laut. Abrasi juga merusak kandang kerbau dekat Kuala Cangkoi,” kata Hasanuddin, Panglima Laot Abdya. Terjangan
ombak besar juga merusak banyak pondok wisata di Pantai Jilbab.

Sejumlah bangunan pondok wisata dari bahan kayu berukuran 2x2 m dan 2x3 m yang ambruk dihantam ombak, antara lain milik Cokani, Nijam, Afriadi, Mukhlis, dan Rahmat. “Selain mengalami kerugian lumayan besar, pengelola objek wisata itu terancam kehilangan tempat berusaha, karena lokasi pondok sudah berubah menjadi tempat pecahan ombak,” kata Hasanuddin.

Pantai Jilbab dan Pantai Bali merupakan objek wisata terkenal dan terus berkembang di Kabupaten Abdya. Pada hari-hari libur kerja, lokasi ini dipadati pengunjung, bukan saja warga Abdya berbagai pelosok dan dari luar daerah. Melihat potensi wisata yang besar, menurut Hasanuddin, sangat mendesak tindakan penyelamatan pantai yang ditelan abrasi berulang kali. Untuk ini Pemkab Abdya diharapkan melakukan penanggulangan dengan membangun tanggul pengaman dari bahan batu gajah. 

Pembangunan tanggul dari batu gajah harus melalui perencanaan yang matang, sehingga tidak merugikan nelayan yang memiliki boat pancing. Dalam hal ini, Panglima Laot Abdya itu menyarankan agar pondasi tanggul dicor beton terlebih dulu, tidak seperti yang dilakukan selama ini. Selain itu, tanggul kolam labuh PPI Ujong Serangga juga perlu disempurnakan.