Main Turnamen 'Tarkam' Pun, Luis Milla Gagal Bawa Indonesia Juara

Tim Nasional (Timnas) Indonesia harus merelakan trofi Aceh Solidarity World Cup 2017 jatuh ke tangan Kirgistan.

Main Turnamen 'Tarkam' Pun, Luis Milla Gagal Bawa Indonesia Juara

Dipermalukan Kirgistan, Timnas Indonesia Gagal Juara. (net)

Banda Aceh, BerlimaNews- Tim Nasional (Timnas) Indonesia harus merelakan trofi Aceh Solidarity World Cup 2017 jatuh ke tangan Kirgistan.

Hal itu setelah skuat "Garuda" takluk dari sang lawan dengan skor tipis 0-1 dalam partai pamungkas turnamen di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Rabu (6/12).

Dengan hasil ini, Luis Milla selalu gagal meraih hasil positif ketika mengikuti turnamen. Setelah gagal melaju ke putaran final Piala Asia U-23 2018, Milla juga gagal merealisasikan target emas di SEA Games 2017--setelah menyebet perunggu.

Kirigistan keluar sebagai juara setelah memuncaki klasemen dengan torehan sembilan poin berkat tiga kemenangan yang diraih. Sedangkan, Indonesia mengakhiri turnamen dengan format round robin ini, ditempat kedua dengan torehan enam angka.

Di bawah cuaca gerimis dan lapangan yang kurang sempurna, Indonesia langsung menggebrak pertahanan Kirgistan sejak menit awal. Setidaknya, dua peluang didapatkan oleh Ilham Udin dan Febri Hariyadi tatkala laga baru berusia lima menit.

Setelah dua peluang tersebut, Mongolia memilih bermain aman dengan menerapkan strategi bertahan. Sementara, Indonesia, di sisi lain, terus mengurung pertahanan melalui tusukan trio lini depan mereka yakni Febri, Osvaldo Haay dan Ilham.

Meski begitu, Kirgistan mampu unggul pada menit ke-20 lewat bek Saliev Askarbek. Askarbek sukses memanfaatkan bola liar di dalam kotak penalti Indonesia setelah rekannya mengirimkan umpan datar dari sisi kanan.

Tersentak, Indonesia mendapatkan peluang bagus via akselerasi Febri Hariyadi yang kembali memanfaatkan serangan balik. Namun, peluang gol pupus setelah Febri kehilangan momentum mengoper bola kepada Hargianto yang berdiri lebih bebas.

Tak ada kesempatan berarti untuk kedua tim setelah itu. Skor 0-1 untuk keunggulan Kirgistan menutup babak pertama. Pada paruh kedua, Indonesia tetap mendominasi serangan.

Namun, lagi-lagi penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah pelatih Luis Milla. Tendangan Evan Dimas masih mampu diamankan kiper Kirgistan, Mathias Pavel, pada menit ke-51.

Meskipun dominan dalam penguasaan bola, timnas kesulitan saat memasuki area sepertiga akhir pertahanan lawan. Pada menit tambahan babak kedua, Febri yang berdiri bebas gagal menendang bola dengan sempurna.

Alhasil, tidak ada perubahan skor yang terjadi dan Indonesia tetap gagal menyamakan kedudukan hingga akhir pertandingan.