Badai Siklon Menghilang, Jakarta Malah Kebanjiran

Banjir Rob kini makin meluas, bahkan tiga Kecamatan di kawasan Jakarta Utara mulai terendam.

Badai Siklon Menghilang, Jakarta Malah Kebanjiran

Kapolsek Kawasan Muara Baru AKP Dwi Susanto mendorong sepeda motor warga yang terjebak banjir rob. (net)

Jakarta, BerlimaNews- Tiga Kecamatan di Jakarta Utara, tergenang banjir rob, yaitu Kecamatan Cilincing, Kecamatan Pademangan, dan Kecamatan Penjaringan.

Camat Penjaringan, Muhammad Andri mengatakan ada lima titik lokasi genangan banjir rob di wilayah Penjaringan. "Pemukiman penduduk di sekitar Pompa Waduk Pluit pinggiran tanggul RW 17 luber dengan ketinggian genangan hingga 20 centimeter," ujar Andri di Jakarta, Selasa (5/12).

Sementara itu, Camat Cilincing Purnomo menjelaskan, genangan banjir rob tersebut melanda Kampung Sawah semper tak jauh dari Tempat Pemakaman Umum (TPU) Budhi Dharma.

"Banjir Rob di wilayah pemukiman warga di Kelurahan Marunda dan Semper ada sejumlah titik yang tergenang, ketinggian banjir rob antara 10-25 cm," tutur Purnomo.

Lalu, Wali Kota Jakarta Utara Husein Murad sudah meminta seluruh jajaran untuk tanggap terhadap bahaya banjir rob yang masih bisa terus berlanjut di wilayahnya.

"Kami ingin banjir rob ini bisa diantisipasi agar tak makin parah. Maka itu, kami mengimbau kepada seluruh jajaran Kecamatan, Kelurahan, Sudin, PPSU dan instansi terkait diminta tanggap dengan tupoksi masing-masing," ungkapnya.

Sebelumnya, banjir rob di Muara Angke semakin parah hingga menutup jalan menuju pelabuhan Kali Adem. Banjir mencapai kedalaman 50 cm dan belum ada tindakan dari pemerintah setempat.

Ketua RW 20, Pluit, Penjaringan, Mutmainah mengatakan, banjir rob di Muara Angke sudah lama ada. Tapi, baru kali ini banjir rob sedemikian parah, hingga menyebabkan akses menuju pelabuhan Kali Adem menjadi terganggu dan tak bisa dilewati.

Sementara itu, proyek pembangunan Tanggul A National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) yang berada di wilayah Kelurahan Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, hingga kini masih belum tuntas.

Menanggapi hal itu, Lurah Kalibaru Sugiyono mengatakan, saat ini proyek ini masih dalam tahap pemasangan spunpile dan proyek pencegahan rob yang kerap melanda kawasan Kalibaru hingga Semper itu, ditargetkan rampung pada tahun 2018 mendatang.