Gunung Agung Erupsi, Media di China Aktif Memantau

Pada tahun lalu jumlah kunjungan wisatawan asal China ke Indonesia hampir mencapai 1,5 juta pelancong.

Gunung Agung Erupsi, Media di China Aktif Memantau

Media di China kini aktif memantau erupsi Gunung Agung di Bali. (net)

Jakarta, Berlimanews- Gunung Agung meletus di Bali mendapat perhatian besar di China. Berbagai media terkemuka negara itu menurunkan laporan meletusnya Gunung Agung.

Pulau Dewata tengah memancing minat turis negeri Tirai Bambu tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun lalu jumlah kunjungan wisatawan asal China ke Indonesia hampir mencapai 1,5 juta pelancong.

Menurut beberapa kalangan, turis China sangat meminati wisata gunung berapi, termasuk Gunung Agung, di Indonesia. China memang tak memiliki satu pun gunung berapi.

Beberapa media di China yang menulis berita tentang meletusnya Gunung Agung itu mengutip Kantor Berita Xinhua. Kantor berita ini terus memantau perkembangan aktivitas gunung api berketinggian 3.031 meter dari permukaan laut itu.

Sejak Rabu, 22/11, atau sehari setelah letusan freatik pertama, Xinhua telah menurunkan berita mengenai Gunung Agung.

Xinhua dan media arus utama, China Daily, banyak mengutip penjelasan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho.

Kedua media tersebut juga mengabarkan letusan terakhir yang terjadi pada Minggu pukul 06.20 Wita dengan ketinggian kolom letusan 2.000 meter

Bagaimana reaksi orang China? Sejauh ini beragam. Ada yang tak terpengaruh dengan rencana liburannya ke Indonesia, namun  ada juga yang sedikit was-was harus membatalkan kunjungannya.

"Gunung berapi di Bali meletus. Rencana liburan semester ini bisa kacau," demikian tulis seorang pemuda di akun Baidu.

Sejauh ini, belum ada peringatan kewaspadaan kunjungan wisata (travel warning atau travel advisor) ke Indonesia, khususnya Bali.

Kementerian Luar Negeri China hanya mengeluarkan imbauan mengenai pentingnya wisatawan China berkoordinasi dengan beberapa kantor perwakilannya di Indonesia.